KEK Indonesia jajaki kerja sama investor Eropa untuk energi hijau dan AI
Pemerintah memperluas promosi investasi Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia melalui lawatan diplomatik ke Austria, Slovakia, dan Hungaria sejak pekan lalu. Langkah ini berfokus pada pengembangan KEK Industropolis Batang sebagai kawasan industri terpadu baru serta membuka peluang kemitraan di energi hijau, teknologi digital, dan pengelolaan air.
Sorotan
- Pemerintah Indonesia melalui KEK aktif menjajaki kerja sama dan menandatangani nota kesepahaman dengan investor Eropa untuk energi hijau dan AI.
- Promosi investasi KEK Industropolis Batang di Austria menyoroti stabilitas ekonomi nasional, hilirisasi industri, serta peluang jangka panjang manufaktur maju.
- Indonesia-Slovakia Investment and Business Forum di Bratislava mempertemukan 40 peserta dari pemerintah dan swasta, fokus pada energi baru terbarukan, otomotif, dan kecerdasan buatan.
Agenda promosi investasi di Eropa Tengah
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, penjajakan kerja sama strategis dan penandatanganan nota kesepahaman kini berlangsung seiring upaya pemerintah menarik minat investor Eropa ke kawasan ekonomi khusus di Indonesia. Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, mengatakan Indonesia terus mendorong pengembangan KEK sebagai motor transformasi ekonomi nasional dan pusat pertumbuhan industri masa depan.Ia menegaskan Indonesia menawarkan ekosistem industri terintegrasi, konektivitas strategis ke kawasan Indo-Pasifik, serta peluang jangka panjang untuk kemitraan manufaktur maju yang berkelanjutan. Fokus utama kunjungan diarahkan pada promosi investasi untuk KEK Industropolis Batang.
Minat sektor manufaktur dan teknologi
Dalam pertemuan dengan Austrian Federal Economic Chamber, WKÖ, di Wina, delegasi Indonesia memaparkan stabilitas ekonomi nasional, kebijakan hilirisasi industri, serta pengembangan kawasan industri dan KEK. Pihak Austria menilai Indonesia memiliki posisi strategis sebagai hub produksi di kawasan ASEAN dengan potensi pasar lebih dari 600 juta penduduk.Austria juga menyampaikan ketertarikan pada peluang kerja sama di sektor mechanical engineering, advanced manufacturing, renewable energy, komponen otomotif, dan precision manufacturing. Di Bratislava, Indonesia juga menggelar Indonesia-Slovakia Investment and Business Forum yang dihadiri sekitar 40 peserta dari unsur pemerintah dan sektor swasta Slovakia, mempertemukan Indonesia dengan pelaku usaha di bidang energi baru terbarukan, otomotif, kecerdasan buatan, hingga layanan keuangan.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang menguatnya peran negara di bawah pemerintahan Presiden Prabowo, kami menyoroti kecenderungan intervensi yang lebih besar dalam arah pembangunan—terutama di sektor pangan, energi, dan penguatan BUMN strategis. Kami juga mengulas implikasinya terhadap relasi negara dan pasar serta risiko penyempitan ruang kritik dan konsolidasi kekuasaan ketika pengambilan keputusan makin tersentralisasi.
Berita Quotex Terbaru
- Forex
- Crypto