Bank Indonesia tegaskan intervensi saat rupiah mendekati Rp17.900 per U.S. dollar
Tekanan pada rupiah meningkat menjelang libur dan cuti bersama Iduladha 1447 H ketika permintaan valuta asing domestik ikut menguat. Bank Indonesia menyatakan pelemahan mata uang itu dipicu kombinasi ketidakpastian global akibat konflik Timur Tengah dan kebutuhan musiman seperti pembayaran ULN serta repatriasi dividen.
Sorotan
- Bank Indonesia menegaskan intervensi di pasar saat rupiah mendekati Rp17.900 per U.S. dollar akibat tekanan pasar global.
- Eskalasi konflik Timur Tengah dan lonjakan permintaan valuta asing domestik memicu ketidakpastian serta kekurangan pasokan U.S. dollar di pasar.
- Masa libur Iduladha memperberat tekanan di pasar domestik dengan kebutuhan valas korporasi tinggi, mendorong komitmen BI menjaga stabilitas nilai tukar.
Faktor eksternal dan langkah stabilisasi
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Bank Indonesia merespons pelemahan rupiah yang mendekati Rp17.900 per U.S. dollar dengan menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas moneter di tengah tekanan pasar keuangan global.Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan eskalasi konflik militer yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah menjadi faktor utama yang mendorong tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Pada saat yang sama, lonjakan permintaan valuta asing di pasar domestik tidak diimbangi pasokan likuiditas U.S. dollar yang memadai.
Denny menyatakan tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih dipengaruhi berlanjutnya ketidakpastian global akibat perkembangan konflik di Timur Tengah. Ia menambahkan terdapat peningkatan kebutuhan valas secara musiman, antara lain untuk pembayaran ULN dan repatriasi dividen, di tengah arus masuk U.S. dollar yang terbatas.
Dampak pasar domestik saat periode libur
Di tengah masa libur dan cuti bersama Iduladha 1447 H, kondisi tersebut menambah tekanan pada pasar domestik karena kebutuhan korporasi dan pelaku ekonomi terhadap mata uang asing tetap tinggi. Keterbatasan pasokan dolar di dalam negeri membuat volatilitas rupiah lebih sulit mereda tanpa dukungan kebijakan stabilisasi.Bank Indonesia menegaskan tidak akan tinggal diam menghadapi gejolak tersebut. Denny mengatakan bank sentral terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, baik di pasar domestik maupun internasional, sebagaimana sebelumnya disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia.
Dalam ulasan kami sebelumnya tentang tekanan rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar AS, kami menyoroti pelemahan di pasar offshore yang dipicu meningkatnya permintaan aset safe haven saat ketegangan geopolitik memanas. Artikel tersebut juga mencatat bahwa lonjakan indeks dolar AS serta kenaikan harga minyak—yang dipicu risiko gangguan pasokan di sekitar Selat Hormuz—ikut memperberat tekanan eksternal pada rupiah.
Berita AUD/USD Terbaru
- Forex
- Crypto