ASBISINDO usulkan peninjauan ulang spin-off UUS dalam revisi RUU P2SK

ASBISINDO usulkan peninjauan ulang spin-off UUS dalam revisi RUU P2SK
ASBISINDO usulkan spin-off UUS

Usulan perubahan kewajiban pemisahan Unit Usaha Syariah muncul ketika industri perbankan syariah menghadapi persaingan dana dan pembiayaan yang makin ketat di tengah volatilitas ekonomi global. ASBISINDO menilai penguatan bank syariah tidak semata ditentukan oleh bentuk kelembagaan, tetapi juga oleh modal, kualitas aset, manajemen, serta kesiapan operasional masing-masing bank.

Sorotan

  • ASBISINDO mengusulkan revisi kriteria dan persyaratan spin-off UUS dalam revisi RUU P2SK dengan menekankan kebijakan adaptif sesuai kondisi masing-masing bank.
  • ASBISINDO menilai mandatory spin-off berisiko menurunkan efisiensi, meningkatkan biaya operasional, dan melahirkan bank syariah kecil yang sulit tumbuh tanpa dukungan bank induk.
  • ASBISINDO menganggap ketentuan aset minimal Rp 50 triliun tidak cukup menilai kesiapan spin-off dan mendorong pendekatan berbasis kesiapan yang mempertimbangkan berbagai aspek industri dan manajemen.

Usulan revisi kriteria spin-off

KONTAN Indonesia melaporkan, Asosiasi Bank Syariah Indonesia mengusulkan agar kriteria dan persyaratan spin-off UUS ditinjau ulang dalam revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. Sekretaris Jenderal ASBISINDO Koko T. Rachmadi menyatakan penguatan industri perbankan syariah memerlukan kebijakan yang adaptif terhadap kondisi industri dan kesiapan tiap bank, bukan hanya transformasi struktur.

Menurut Koko, dalam sejumlah kasus struktur UUS masih menunjukkan efisiensi dan stabilitas yang relatif lebih baik dibandingkan bank umum syariah karena mendapat dukungan infrastruktur dan ekosistem dari bank induk. Ia menyampaikan pandangan itu seusai Rapat Dengar Pendapat Umum bersama Komisi XI DPR RI pada Selasa, 2 Juni 2026.

ASBISINDO juga menekankan bahwa konsolidasi tidak hanya berarti konsolidasi eksternal, tetapi juga konsolidasi internal antara UUS dan bank induk konvensional. Sinergi tersebut dinilai memberi dukungan pada permodalan, teknologi, dan distribusi, sementara pemisahan berpotensi membuat kedua entitas justru saling bersaing.

Dampak bagi efisiensi dan industri syariah

Asosiasi itu menyoroti sejumlah risiko dari penerapan mandatory spin-off, mulai dari hilangnya economies of scale dari bank induk, kenaikan biaya operasional, penurunan efisiensi, hingga potensi lahirnya bank syariah berukuran kecil yang sulit berkembang. Dalam pandangan ASBISINDO, faktor seperti kecukupan modal, kualitas aset, dan kualitas manajemen lebih menentukan kinerja bank syariah daripada sekadar bentuk kelembagaannya.

Karena itu, ASBISINDO mengusulkan perubahan pendekatan dari kewajiban menjadi berbasis kesiapan. Penilaian spin-off, menurut asosiasi, sebaiknya mempertimbangkan skala usaha dan modal, kapasitas operasional, manajemen risiko, keberlanjutan model bisnis, serta kondisi industri dan ekonomi secara keseluruhan.

Koko menambahkan bahwa ketentuan aset minimal Rp 50 triliun belum cukup untuk menilai kesiapan spin-off karena belum mencakup kebutuhan infrastruktur, sumber daya manusia, dan kapasitas pengelolaan risiko. Usulan ini menambah tekanan bagi pembahasan kebijakan spin-off UUS, ketika sebagian pelaku industri masih melihat dukungan bank induk sebagai faktor penting bagi penguatan perbankan syariah nasional.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang rencana pengaturan konsolidasi perbankan dalam revisi UU P2SK, kami mengulas dorongan pemerintah dan OJK untuk menekan biaya transaksi industri melalui penguatan permodalan atau merger, terutama bagi bank kecil. Kami juga mencatat target penyelesaian aturan turunan pada 2026 serta harapan bahwa efisiensi tersebut dapat menurunkan biaya kredit lewat komponen biaya dana, operasional, margin, dan premi risiko.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.