Kementan percepat tanam tebu dan hilirisasi untuk capai swasembada gula

Kementan percepat tanam tebu dan hilirisasi untuk capai swasembada gula
Percepatan tanam tebu nasional

Pemerintah mempercepat perluasan tanam tebu di Pekalongan, Jawa Tengah, sebagai bagian dari strategi swasembada gula nasional pada 2026. Langkah ini juga diarahkan untuk memperkuat hilirisasi agar nilai tambah komoditas perkebunan meningkat dan manfaat ekonomi lebih besar mengalir ke petani.

Sorotan

  • Kementan mempercepat tanam tebu dan memperkuat hilirisasi untuk mencapai swasembada gula dan pangan sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.
  • Pemerintah menyediakan benih unggul, mekanisasi, pembiayaan, dan penguatan kemitraan industri untuk meningkatkan pendapatan petani serta nilai tambah produksi.
  • Sinergi pemerintah, BUMN, industri gula, dan petani melalui gerakan tanam serentak diarahkan membangun sektor perkebunan nasional yang modern dan berdaya saing.

Dampak bagi petani dan ketahanan pangan

Strategi hilirisasi tebu diposisikan sebagai instrumen untuk meningkatkan pendapatan petani, bukan hanya menaikkan volume produksi gula. Pemerintah ingin memastikan budidaya tebu tetap menarik secara ekonomi melalui kemitraan dengan industri pengolahan dan peningkatan nilai tambah hasil panen.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan percepatan tanam tebu menjadi bagian penting dalam mewujudkan swasembada pangan dan swasembada gula sesuai arahan Presiden Republik Indonesia. Ia menyatakan dukungan pemerintah mencakup penyediaan benih unggul, mekanisasi, pembiayaan, serta penguatan hilirisasi agar hasil produksi memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Gerakan tanam serentak ditutup dengan penanaman bibit tebu secara simbolis oleh para tamu undangan bersama kelompok tani. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, industri gula, dan petani itu diharapkan memperkuat sektor perkebunan nasional yang modern, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang kebijakan impor pangan berbasis kecukupan stok nasional, pemerintah menegaskan impor seperti susu dan daging sapi hanya dilakukan bila pasokan domestik tidak surplus. Materi tersebut juga menyoroti upaya menjaga ketahanan pangan dengan memperkuat produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor komoditas strategis.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.