AAJI catat premi tunggal asuransi jiwa naik pada kuartal I-2026
Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, premi asuransi jiwa dari pembayaran tunggal mencapai Rp19,10 triliun pada kuartal I-2026, naik 7,4% secara tahunan. Kenaikan ini membuat segmen tersebut menyumbang 40,41% dari total premi industri asuransi jiwa sebesar Rp47,27 triliun pada periode yang sama.
Sorotan
- Premi tunggal asuransi jiwa pada kuartal I-2026 naik, didorong perubahan pola pembayaran nasabah unitlink dan lonjakan premi asuransi kumpulan.
- Permintaan perusahaan terhadap asuransi karyawan meningkat akibat inflasi biaya medis 15%, memperkuat kontribusi premi tunggal di industri.
- Premi reguler masih dominan dengan Rp28,17 triliun atau 59,59% total premi, namun turun 5,2% secara tahunan pada kuartal I-2026.
Pendorong kenaikan premi tunggal
Seperti diberitakan KONTAN Indonesia, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyatakan kenaikan premi tunggal terutama dipicu penyesuaian cara masyarakat membayar premi di tengah volatilitas ekonomi. Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo mengatakan penyesuaian itu terlihat terutama pada nasabah produk unitlink dengan pembayaran tunggal, ketika asuransi dinilai bukan hanya sebagai proteksi tetapi juga sebagai instrumen investasi.Menurut Albertus, premi tunggal juga terdorong oleh kenaikan segmen asuransi kumpulan. Ia menjelaskan premi dari asuransi kumpulan umumnya dibayarkan secara tunggal, sehingga ikut menopang total premi tunggal industri.
AAJI juga melihat minat perusahaan untuk mengikutsertakan karyawan dalam program asuransi meningkat. Albertus menambahkan inflasi biaya medis yang mencapai 15% mendorong perusahaan memandang asuransi sebagai alternatif untuk menutup risiko kesehatan karyawan.
Tekanan pada premi reguler industri
Sementara itu, pembayaran premi reguler atau berkala masih menjadi kontributor terbesar terhadap total pendapatan premi industri asuransi jiwa pada kuartal I-2026. Nilainya mencapai Rp28,17 triliun atau setara 59,59% dari total premi industri.Meski porsinya lebih besar, segmen premi reguler turun 5,2% secara tahunan. Kondisi ini menunjukkan pertumbuhan industri pada awal 2026 lebih banyak ditopang oleh produk pembayaran tunggal, terutama unitlink dan asuransi kumpulan, dibandingkan premi berkala.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang komposisi premi industri asuransi jiwa pada kuartal I-2026, kami menyoroti pendapatan premi total Rp47,27 triliun dengan premi reguler tetap mendominasi meski turun secara tahunan. Pada saat yang sama, premi tunggal tumbuh menjadi Rp19,10 triliun dan ikut mengubah keseimbangan sumber pertumbuhan industri, di tengah besarnya klaim yang harus dibayarkan kepada jutaan penerima manfaat.
Berita Ageas Terbaru
- Forex
- Crypto