Amartha perluas pembiayaan UMKM luar Jawa, porsi capai 70%
Pembiayaan produktif PT Amartha Mikro Fintek hingga akhir Mei 2026 lebih banyak mengalir ke wilayah luar Pulau Jawa, mencerminkan fokus perseroan pada pasar dengan permintaan yang masih besar. Sampai periode itu, Amartha telah menyalurkan lebih dari Rp 47 triliun kepada 4 juta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Indonesia.
Sorotan
- Amartha menyalurkan 70% pembiayaan ke luar Jawa, mencakup Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, dan Bali, sementara 30% di Jawa.
- Ekspansi ke luar Jawa didorong oleh pasar dan kebutuhan pembiayaan yang besar serta persaingan yang lebih rendah dibandingkan Pulau Jawa.
- Per 5 Juni 2026, Amartha mencatat Tingkat Keberhasilan Bayar 90 hari (TKB90) sebesar 95,14%, menandakan kualitas pembiayaan di tengah ekspansi wilayah.
Strategi penyaluran dan fokus ekspansi
Seperti diberitakan KONTAN, Founder dan CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra mengatakan 70% dari total pembiayaan perusahaan disalurkan ke luar Pulau Jawa, termasuk Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, dan Bali, sedangkan 30% sisanya terkonsentrasi di Jawa. Pernyataan itu ia sampaikan saat ditemui dalam Asia Grassroots Forum 2026 di Jakarta Pusat pada Kamis, 4 Juni 2026.Menurut Andi, fokus yang lebih besar ke luar Jawa didorong oleh ukuran pasar yang masih luas dan tingginya kebutuhan pembiayaan, seiring populasi yang besar di kawasan tersebut. Ia juga menilai persaingan di Pulau Jawa sudah lebih padat, sehingga perusahaan memilih menempatkan prioritas pada wilayah dengan ruang pertumbuhan yang lebih terbuka.
Ke depan, Amartha menyatakan akan terus mengoptimalkan pangsa pasar baik di luar Jawa maupun di Pulau Jawa untuk menopang kinerja perseroan. Perusahaan juga menilai jangkauan bisnisnya sejauh ini sudah cukup merata di berbagai daerah, sehingga membuka ruang bagi pengembangan usaha lanjutan.
Dampak bagi industri fintech pembiayaan
Komposisi penyaluran ini menunjukkan peluang pertumbuhan fintech P2P lending semakin besar di wilayah luar Jawa, terutama pada segmen UMKM produktif yang masih membutuhkan akses pendanaan formal. Arah strategi tersebut juga mencerminkan upaya pelaku industri untuk memperluas inklusi keuangan di daerah yang belum sepadat pasar Jawa.Berdasarkan data di situs perusahaan, Amartha mencatat Tingkat Keberhasilan Bayar 90 hari, atau TKB90, sebesar 95,14% per 5 Juni 2026. Capaian itu menjadi salah satu indikator kualitas pembiayaan perusahaan di tengah ekspansi penyaluran ke berbagai wilayah Indonesia.
Persetujuan OJK atas penerbitan instrumen Additional Tier 1 (AT-1) BNI senilai US$700 juta sebelumnya kami ulas sebagai langkah yang memperbesar ruang bank untuk memperkuat modal inti tambahan. Tambahan modal tersebut ditujukan untuk menjaga rasio permodalan sekaligus menjadi amunisi ekspansi bisnis pada 2026, sejalan dengan tuntutan prudensial di tengah persaingan industri yang ketat.
- Forex
- Crypto