Indonesia atur ekspor batu bara dan sawit lewat PT DSI
Pemerintah Indonesia menetapkan kerangka baru tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam strategis melalui PP Nomor 24 Tahun 2026. Aturan yang ditetapkan pada 20 Mei 2026 ini menempatkan PT Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai BUMN khusus pelaksana ekspor untuk batu bara, minyak kelapa sawit, dan ferro alloy.
Sorotan
- Pemerintah Indonesia mengesahkan PP Nomor 24 Tahun 2026 pada 5 Juni 2026 untuk mengatur tata kelola ekspor sumber daya alam strategis.
- PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) ditunjuk sebagai BUMN khusus yang memusatkan ekspor batu bara, minyak kelapa sawit, dan ferro alloy.
- Kebijakan ini mengubah pola tata niaga ekspor komoditas strategis dan menautkannya langsung dengan stabilitas ekonomi serta kebutuhan dalam negeri.
Rincian aturan dan penetapan pemerintah
Menurut Okezone, seperti dimuat dalam PP Nomor 24 Tahun 2026, regulasi tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam Strategis diundangkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan disahkan oleh Deputi Bidang Perundang-undangan dan Administrasi Hukum Kementerian Sekretariat Negara, Lydia Silvanna Djaman, pada 5 Juni 2026.Aturan tersebut menetapkan bahwa ekspor merupakan kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean Indonesia. Dalam ketentuan umum Pasal 1, komoditas sumber daya alam strategis didefinisikan sebagai komoditas yang ditetapkan pemerintah dengan mempertimbangkan kepentingan nasional, stabilitas ekonomi, kebutuhan dalam negeri, dan pengelolaan sumber daya alam strategis nasional.
Dampak bagi tata niaga komoditas strategis
Pemerintah sebelumnya sudah membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia, atau PT DSI, sebagai BUMN khusus yang menjalankan ekspor tiga komoditas tersebut. Penunjukan ini memperlihatkan upaya negara untuk memusatkan pengelolaan ekspor komoditas strategis pada entitas yang ditugaskan secara khusus.Bagi sektor sumber daya alam, kebijakan ini berpotensi mengubah pola tata niaga ekspor batu bara, minyak kelapa sawit, dan ferro alloy di Indonesia. Dengan kerangka baru ini, pemerintah menegaskan bahwa pengelolaan ekspor komoditas strategis dikaitkan langsung dengan stabilitas ekonomi dan pemenuhan kebutuhan dalam negeri.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang peringkat Baa2 ber-outlook negatif untuk PT Danantara Investment Management (DIM), kami menjelaskan bahwa profil kredit DIM dinilai sangat bergantung pada dukungan pemerintah dan disetarakan dengan peringkat kedaulatan Indonesia. Penetapan ini dipandang dapat membuka akses pendanaan internasional, namun sekaligus membuat biaya dan persepsi risikonya sangat sensitif terhadap perubahan rating sovereign Indonesia.
Berita BAPPEBTI Terbaru
- Forex
- Crypto