Return unitlink pendapatan tetap tertekan per Mei 2026, produk Starlife pimpin kinerja
Kinerja unitlink pendapatan tetap masih berada di zona kontraksi hingga Mei 2026, meski sejumlah produk tetap membukukan imbal hasil positif. Data Infovesta menunjukkan rata-rata return segmen ini turun 0,88% secara year to date, di tengah peluang perbaikan yang dinilai masih terbatas tahun ini.
Sorotan
- Star Investama Fixed Income Dollar dari Starlife mencatat return tertinggi di unitlink pendapatan tetap sebesar 3,45% per Mei 2026.
- Infovesta memproyeksikan peluang pertumbuhan return unitlink pendapatan tetap tetap ada, meski target imbal hasil 6%-7% tahun ini sulit tercapai.
- Unitlink berbasis saham dan campuran mencatat kontraksi terbesar masing-masing minus 8,76% dan minus 6,17%, sementara pasar uang tumbuh positif 1,31% per Mei 2026.
Peringkat produk dan capaian return Mei 2026
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, data Infovesta menempatkan Star Investama Fixed Income Dollar milik PT Asuransi Jiwa Starinvestama, Starlife, di posisi teratas unitlink pendapatan tetap dengan return 3,45% per Mei 2026. Posisi kedua ditempati Carlink Pro Ultimate Fixed milik PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya, CAR Life, dengan return 3,34%, disusul Century Pro Fixed dari CAR Life sebesar 3,32%.Q-Investa Fixed Income Dollar milik Starlife berada di urutan keempat dengan imbal hasil 3,25%. Posisi kelima ditempati Star Premium Fixed Income Dollar yang dikelola PT Surya Timur Alam Raya Asset Management, STAR AM, dengan return 3,18%, sementara Carlisya Pro Fixed dari CAR Life Insurance berada di urutan keenam dengan return 3,13%.
Tiga produk berikutnya adalah Carlink Pro Fixed dari CAR Life Insurance dengan return 2,83%, Star Investama Fixed Income Dollar Plus milik Starlife sebesar 2,79%, dan SiJi Fixed Income Fund Rupiah milik PT Asuransi Simas Jiwa sebesar 2,47%. Posisi kesepuluh ditempati SiJi Fixed Investa Fund dari PT Asuransi Simas Jiwa dengan return 2,33% per Mei 2026.
Prospek return dan gambaran kinerja industri
Head of Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan return unitlink pendapatan tetap masih berpeluang tumbuh positif ke depan meski mengalami sedikit kontraksi hingga Mei 2026. Menurut dia, peluang itu datang dari kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia, yang dapat menopang kupon obligasi masuk ke portofolio.Meski demikian, Wawan menilai ruang pertumbuhan return tetap terbatas dan target imbal hasil 6% hingga 7% pada tahun ini akan sulit dicapai. Ia menyebut ada potensi kinerja menjadi positif, tetapi laju kenaikannya kemungkinan tidak besar.
Dalam perbandingan antar kategori, unitlink berbasis saham mencatat kontraksi terdalam dengan rata-rata return minus 8,76% per Mei 2026. Rata-rata return unitlink campuran juga terkontraksi 6,17%, sedangkan unitlink pasar uang menjadi satu-satunya kategori dengan rata-rata return positif, yakni 1,31%.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kinerja unitlink pasar uang per Mei 2026, kami menyoroti bahwa segmen ini mencatat rata-rata return paling positif, yakni 1,31% secara year to date, ditopang kenaikan BI Rate yang menguntungkan instrumen pasar uang. Kami juga mengulas daftar produk dengan return tertinggi—dipimpin GSP Dana Pasar Uang US Dollar—serta kontrasnya dengan unitlink saham dan campuran yang tertekan, sehingga pasar uang terlihat lebih defensif saat suku bunga tinggi.
Berita Centralbanks Terbaru
- Forex
- Crypto