CIMB Niaga Syariah gandeng Plink dan iBantu untuk perkuat infrastruktur zakat digital di Indonesia
Kolaborasi tiga pihak ini diumumkan dalam ajang LAZ Gathering & Award 2026 di tengah dorongan perluasan layanan zakat yang lebih mudah diakses masyarakat. Kemitraan tersebut menggabungkan infrastruktur pembayaran, pengelolaan dana ZIS berbasis blockchain, dan dukungan perbankan syariah untuk mendorong inklusi keuangan.
Sorotan
- PT Prismalink Internasional (Plink), CIMB Niaga Syariah, dan iBantu.co menjalin kerja sama menghadirkan ekosistem zakat digital nasional mulai 11 Juni 2026.
- Plink menyediakan payment gateway, real-time notifikasi, serta pelaporan dan settlement untuk proses pembayaran zakat digital di platform iBantu.
- iBantu menawarkan pengelolaan zakat berbasis blockchain, memastikan transparansi dan keterlacakan, didukung sistem transaksi Plink untuk memperkuat ekosistem keuangan syariah Indonesia.
Ruang lingkup kolaborasi dan peran masing-masing pihak
Seperti diberitakan KONTAN Indonesia, PT Prismalink Internasional, CIMB Niaga Syariah, dan iBantu.co resmi menjalin kerja sama untuk memperkuat ekosistem zakat digital nasional. Kemitraan ini menempatkan Plink sebagai penyedia payment gateway dan infrastruktur transaksi yang mendukung seluruh proses pembayaran pada platform iBantu.Dalam keterangan resmi pada Kamis, 11 Juni 2026, Head of Sales and Marketing Plink Stefanus Kurnia Suryaputra mengatakan kolaborasi tersebut menyederhanakan proses zakat digital di iBantu. Cakupannya meliputi penerimaan dana melalui berbagai kanal pembayaran, notifikasi transaksi secara real-time, hingga settlement, pelaporan, dan rekonsiliasi.
Ia menambahkan Plink berperan sebagai mitra infrastruktur pembayaran yang memastikan seluruh proses berjalan aman, efisien, dan terstandarisasi. Dengan skema itu, Lembaga Amil Zakat dapat lebih fokus menjalankan misi sosialnya.
Dampak bagi ekosistem keuangan syariah nasional
Stefanus menilai potensi pertumbuhan zakat digital dan keuangan syariah di Indonesia masih sangat besar, sehingga perusahaan berupaya mendorong perkembangan industri tersebut. Di sisi lain, Syariah Banking Director CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara menyebut sinergi antarlembaga menjadi faktor penting untuk menjawab berbagai tantangan dalam ekosistem zakat saat ini.Menurutnya, iBantu menghadirkan platform pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah berbasis blockchain yang menjamin transparansi dan keterlacakan dana. Ketika dipadukan dengan sistem transaksi dari Plink, kombinasi layanan itu dinilai membentuk ekosistem zakat digital yang lebih komprehensif, teregulasi, dan berpotensi dikembangkan lebih luas di Indonesia.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang International Islamic Expo 2026, kami membahas bagaimana penguatan ekosistem halal dan tren perjalanan ibadah mendorong kenaikan target pengunjung serta potensi transaksi pameran tersebut. Kami juga menyoroti indikator pertumbuhan ekonomi syariah, termasuk penghimpunan zakat Ramadan yang naik 25% menjadi lebih dari Rp 1 triliun serta kenaikan transaksi qurban, yang menegaskan ruang ekspansi layanan syariah dan kanal digital di Indonesia.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto