Jakarta siapkan jalur alternatif saat demo BEM UI berpotensi padatkan Bundaran HI

Jakarta siapkan jalur alternatif saat demo BEM UI berpotensi padatkan Bundaran HI
Demo BEM UI padati HI

Demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa seluruh fakultas Universitas Indonesia di Bundaran HI pada Jumat, 12 Juni 2026, berpotensi menambah kepadatan lalu lintas di pusat Jakarta sejak pagi hari. Aksi yang dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB itu diperkirakan diikuti sekitar 1.500 peserta, dengan kemungkinan keterlibatan mahasiswa dari UPN Veteran Jakarta dan IPB.

Sorotan

  • Belum ada rekayasa lalu lintas resmi untuk aksi BEM UI di Bundaran HI, namun kepolisian dan Dishub mengimbau antisipasi kepadatan lalu lintas.
  • Pengendara diarahkan gunakan jalur alternatif seperti Jalan Imam Bonjol, Diponegoro, Proklamasi, Fachrudin, KH Mas Mansyur, dan Kebon Sirih untuk hindari kemacetan.
  • Aksi lima tuntutan BEM UI skala besar di Bundaran HI berpotensi meluas gangguan mobilitas hingga ruas jalan penghubung di pusat bisnis Jakarta.

Rute pengalihan dan akses menuju pusat kota

Seperti dilaporkan Kompas.com, hingga kini kepolisian dan Dinas Perhubungan Jakarta belum mengeluarkan rekayasa lalu lintas resmi untuk aksi di kawasan Bundaran HI. Meski begitu, pengguna jalan diimbau mengantisipasi potensi kepadatan karena lokasi tersebut menjadi simpul utama yang terhubung dengan sejumlah ruas arteri di Jakarta Pusat.

Berdasarkan pemetaan jalur di sekitar Bundaran HI, pengendara yang mengarah ke Jakarta Selatan dapat mempertimbangkan rute melalui Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponegoro, dan Jalan Proklamasi. Sementara untuk arah Tanah Abang dan Jakarta Barat, jalur alternatif yang dapat digunakan meliputi Jalan Fachrudin, Jalan KH Mas Mansyur, dan Jalan Kebon Sirih.

Penggunaan transportasi umum juga disarankan untuk menekan potensi kemacetan di sekitar lokasi aksi, terutama pada jam kedatangan peserta menjelang siang.

Tuntutan aksi dan dampaknya bagi mobilitas Jakarta

Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, mengatakan aksi itu merupakan hasil konsolidasi lintas fakultas di lingkungan UI. Ia menyebut terdapat lima pokok tuntutan yang dirangkum dari konsolidasi BEM seluruh fakultas, dan menegaskan aksi terbuka bagi masyarakat umum serta tidak terafiliasi dengan kelompok tertentu.

Lima tuntutan yang dibawa dalam demonstrasi itu meliputi penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, penghentian Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih, penghentian militerisme di ranah sipil, serta desakan agar pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak. Dengan skala peserta yang diperkirakan besar dan lokasi aksi berada di salah satu titik lalu lintas tersibuk ibu kota, gangguan mobilitas di koridor pusat bisnis Jakarta berpotensi meluas ke ruas jalan penghubung di sekitarnya.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang aksi demonstrasi BEM UI di Bundaran HI, kami mengulas jadwal unjuk rasa yang digelar untuk menolak kenaikan harga BBM dan potensi gangguan lalu lintas di pusat Jakarta selama beberapa jam. Kami juga merangkum lima tuntutan utama mahasiswa—mulai dari penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM hingga kritik terhadap program MBG serta Koperasi Desa Merah Putih—serta ajakan BEM UI agar berbagai kelompok masyarakat ikut berpartisipasi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.