Pemerintah Indonesia kurangi kebutuhan anggaran MBG setelah penataan ulang program
Pemerintah Indonesia menata ulang program Makan Bergizi Gratis, dengan kebutuhan anggaran yang dinilai akan berkurang dari alokasi awal tahun 2026. Kementerian Keuangan menyatakan akan mengikuti keputusan Presiden Prabowo Subianto, sementara rincian besaran penyesuaian masih menunggu perhitungan lanjutan.
Sorotan
- Pemerintah Indonesia mengumumkan pengurangan kebutuhan anggaran program Makan Bergizi Gratis setelah penataan ulang cakupan dan distribusi, dengan alokasi 2026 sebesar Rp 268 triliun.
- Proses penataan ulang prioritas penerima MBG mengurangi distribusi ke sekolah yang tidak sesuai sasaran dan memperketat kelayakan penerima sesuai standar operasional.
- Fokus penerima MBG diarahkan ke masyarakat daerah 3T, serta ibu hamil, menyusui, dan balita, menargetkan penyelesaian penataan dalam satu bulan ke depan.
Penataan anggaran dan cakupan program
Seperti dilaporkan Kompas.com, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Kementerian Keuangan mengikuti keputusan Presiden terkait pengurangan kebutuhan anggaran program Makan Bergizi Gratis, atau MBG. Berbicara di Gedung DPR, Jakarta, pada Kamis, 11 Juni 2026, ia belum merinci besaran pengurangan dan meminta publik menunggu penjelasan lebih lanjut dari Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang.Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan akan ada pengurangan kebutuhan anggaran MBG, yang ia tekankan bukan pemangkasan. Menurut dia, pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Badan Gizi Nasional masih menghitung secara lebih cermat total anggaran yang benar-benar dibutuhkan setelah proses penataan program.
Untuk tahun 2026, anggaran MBG telah ditetapkan sebesar Rp 268 triliun. Pemerintah menargetkan penataan menyeluruh program itu selesai dalam satu bulan ke depan agar kebutuhan pendanaan dan sasaran distribusi dapat dihitung ulang dengan lebih presisi.
Dampak pada prioritas penerima
Dalam proses penataan ulang, pemerintah juga memfokuskan kembali kelompok penerima MBG, termasuk mengurangi distribusi ke sekolah-sekolah yang berdasarkan data dan prioritas tidak masuk sasaran utama penyaluran. Prasetyo mengatakan penentuan kelayakan sekolah penerima mengikuti standar operasional yang sudah ditetapkan sejak awal.Pemerintah menyatakan kelompok yang diprioritaskan mencakup masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar, atau 3T. Selain itu, cakupan penerima dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita juga terus ditingkatkan dalam dua pekan ke depan, menunjukkan bahwa penataan anggaran diarahkan pada efisiensi sekaligus penajaman manfaat sosial program.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang penataan ulang program Makan Bergizi Gratis (MBG), kami mengulas evaluasi pemerintah terhadap skema penyaluran, termasuk penyesuaian distribusi ke sekolah berbasis data dan prioritas serta peninjauan operasional SPPG/dapur MBG. Kami juga menyoroti arah refocusing penerima agar lebih tepat sasaran, dengan percepatan untuk wilayah 3T dan perluasan manfaat bagi kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita), di tengah penghitungan ulang yang berpotensi menurunkan kebutuhan anggaran MBG 2026.
Berita Japan Terbaru
- Forex
- Crypto