Harga emas Antam naik, buyback kembali menguat di Jakarta

Harga emas Antam naik, buyback kembali menguat di Jakarta
Antam emas kembali naik

Setelah melemah selama tiga hari berturut-turut, harga emas Antam pada Jumat, 12 Juni 2026 kembali naik ke Rp2.709.000 per gram di Jakarta. Kenaikan ini juga diikuti penguatan harga buyback menjadi Rp2.450.000 dan berlaku untuk transaksi pengambilan di Butik Emas Logam Mulia Gedung Antam Jakarta.

Sorotan

  • Harga emas Antam hari ini naik Rp20.000 menjadi Rp2.709.000 per gram, rebound setelah mencatat penurunan tiga hari berturut-turut.
  • Harga buyback emas Antam naik Rp55.000 menjadi Rp2.450.000 per gram di Butik Emas Logam Mulia Gedung Antam Jakarta.
  • Sebagian produk emas di laman resmi belum tersedia, sementara transaksi tetap dikenai PPh 22 0,25 persen tanpa PPN sesuai regulasi terbaru.

Pergerakan harga dan ketentuan transaksi

Sebagaimana dilaporkan Okezone Economy Indonesia, harga emas Antam logam mulia hari ini naik Rp20.000 dari Rp2.689.000 per gram menjadi Rp2.709.000 per gram. Perubahan ini terjadi setelah harga emas mencatat penurunan selama tiga hari berturut-turut.

Harga buyback, yaitu nilai yang diterima pemilik saat menjual kembali emas batangan, juga naik Rp55.000 menjadi Rp2.450.000. Harga tersebut berlaku pada pengambilan di Butik Emas Logam Mulia Gedung Antam Jakarta.

Sebagian jenis emas di laman resmi Logam Mulia untuk saat ini masih belum tersedia. Untuk transaksi, PPN saat ini tidak dipungut sesuai PP Nomor 49 Tahun 2022, sehingga nilainya tidak diperhitungkan dalam grand total.

Sesuai PMK Nomor 48 tahun 2023, transaksi juga dikenai PPh 22 dengan tarif 0,25 persen sesuai ketentuan yang berlaku. Bukti potong PPh 22 diterbitkan oleh PT Antam Tbk sebagai penjual.

Dampak bagi pembeli emas ritel

Kenaikan harga ini menandai pemulihan harian setelah tren pelemahan singkat, sehingga dapat menjadi acuan baru bagi pembeli emas ritel yang memantau momentum masuk pasar. Pada saat yang sama, kenaikan buyback memperkuat nilai jual kembali bagi pemegang emas batangan di tengah perubahan harga harian.

Kondisi ketersediaan produk yang masih terbatas di beberapa jenis emas juga dapat memengaruhi pilihan pembelian konsumen di kanal resmi. Bagi investor ritel, kombinasi harga jual, harga buyback, dan ketentuan pajak tetap menjadi faktor utama dalam menghitung biaya transaksi dan potensi nilai simpan.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pergerakan harga Gold (XAU), kami mencatat emas menguat tipis namun masih berada di bawah rata-rata pergerakan utama sehingga tekanan bearish jangka pendek tetap dominan. Ulasan tersebut menyoroti bahwa meningkatnya risiko geopolitik serta pembelian berkelanjutan oleh bank sentral turut menopang permintaan safe haven, meski secara teknikal emas diperkirakan bergerak konsolidasi dalam rentang tertentu dan level resistensi kunci perlu ditembus untuk memicu kenaikan lanjutan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.