Kemenko Polkam hormati aksi mahasiswa saat protes BBM dan tekanan rupiah berlanjut

Kemenko Polkam hormati aksi mahasiswa saat protes BBM dan tekanan rupiah berlanjut
Kemenko Polkam hormati aksi

Di tengah rencana dan pelaksanaan aksi mahasiswa di sejumlah daerah, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan menyatakan penghormatan terhadap hak warga negara untuk menyampaikan pendapat. Sikap itu disampaikan saat pemerintah juga menekankan pentingnya penjagaan stabilitas keamanan guna mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan kegiatan perekonomian.

Sorotan

  • Kemenko Polkam memastikan koordinasi keamanan tetap terjaga di tengah demonstrasi mahasiswa terkait kenaikan harga BBM dan pelemahan rupiah.
  • Aliansi BEM SI memberi tenggat 18 hari kepada pemerintah untuk memperbaiki rupiah yang melemah hingga Rp 18.000, dengan ancaman Reformasi Jilid II.
  • Aksi mahasiswa menolak kenaikan harga BBM berlangsung di beberapa daerah termasuk Bundaran HI, Cikini, dan Kendari pada 5/6/2026 dan 12/6/2026.

Sikap pemerintah dan koordinasi pengamanan

Seperti dilaporkan KOMPAS.com, Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Data, dan Informasi Kemenko Polkam Brigjen TNI Honi Havana mengatakan seruan Reformasi Jilid II dan demonstrasi terkait kenaikan harga BBM Pertamax merupakan bagian dari hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat.

Ia menyatakan Kemenko Polkam juga mendorong langkah untuk menjamin penyampaian aspirasi berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. Dalam beberapa hari terakhir, Kemenko Polkam terus menyimak dinamika nasional dan menjalankan langkah koordinatif bersama kementerian serta lembaga dalam lingkup koordinasinya untuk memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga demi mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, khususnya kegiatan ekonomi.

Tekanan mahasiswa dan dampak di sejumlah daerah

Sebelumnya, mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia, BEM SI, mendorong pemerintah mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah dan memberi tenggat 18 hari untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Mereka juga mempertimbangkan demonstrasi besar bertajuk Reformasi Jilid II bila tuntutan itu tidak dipenuhi.

Pada Jumat, 5/6/2026, aliansi BEM SI telah menggelar aksi "Rupiah Sekarat, Rakyat Melarat" di depan kantor perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah. Ketua BEM UNS Kailani Rizqi Pratama mengatakan tenggat itu diberikan agar pemerintah segera mengambil langkah konkret memperbaiki kondisi ekonomi, termasuk merespons pelemahan rupiah ke Rp 18.000.

Sementara itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia, BEM UI, menggelar demonstrasi menolak kenaikan harga BBM di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat, 12/6/2026, mulai pukul 13.00 WIB. Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan juga meminta maaf atas potensi kemacetan, sementara aksi terkait kenaikan BBM telah berlangsung di beberapa daerah lain, termasuk Cikini di Jakarta Pusat dan Kendari di Sulawesi Tenggara.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang pengamanan demo BEM UI di Bundaran HI, kami mengulas pengerahan 4.151 personel gabungan TNI-Polri serta skema rekayasa lalu lintas situasional untuk mengantisipasi kemacetan di pusat bisnis Jakarta. Kami juga merangkum lima tuntutan utama massa aksi, termasuk isu kenaikan BBM dan kebutuhan pokok, serta imbauan agar warga menyiapkan rute alternatif selama demonstrasi berlangsung.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.