Krom Bank membidik UMKM dan ritel saat pertumbuhan kredit berlanjut pada 2026
Di tengah gejolak global dan domestik yang masih dinamis, PT Krom Bank Indonesia Tbk mencatat ekspansi kredit yang kuat hingga April 2026. Bank ini menilai momentum tersebut masih berlanjut sampai akhir tahun, dengan fokus pembiayaan pada UMKM, konsumsi produktif, dan segmen ritel.
Sorotan
- Krom Bank mencatat penyaluran kredit per April 2026 sebesar Rp 10,25 triliun, naik 93% yoy dari Rp 5,31 triliun pada April tahun lalu.
- Pertumbuhan kredit didorong strategi ekspansi digital dan channeling, dengan prioritas sektor UMKM, konsumsi produktif, dan ritel untuk menjaga momentum positif sepanjang 2026.
- Rasio kredit bermasalah per April 2026 sebesar 3,03%, tetap di bawah ambang batas 5% berkat kemitraan strategis dengan Kredivo Group dan prinsip kehati-hatian.
Pertumbuhan kredit dan fokus ekspansi 2026
Kepada KONTAN, Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan mengatakan penyaluran kredit per April 2026 mencapai Rp 10,25 triliun, naik 93% secara tahunan dari Rp 5,31 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan itu ditopang strategi bisnis yang berfokus pada skema channeling serta penawaran produk pinjaman digital melalui aplikasi Krom.Anton mengatakan permintaan pembiayaan digital masih sangat besar, dan kinerja hingga April menunjukkan strategi ekspansi perseroan mampu menjangkau lebih banyak nasabah secara efisien. Ke depan, bank tetap memprioritaskan pembiayaan untuk sektor UMKM, konsumsi produktif, dan pembiayaan ritel karena dinilai memiliki potensi pertumbuhan besar serta sejalan dengan dukungan terhadap aktivitas ekonomi nasional.
Untuk sepanjang 2026, Krom Bank optimistis mempertahankan tren pertumbuhan positif dengan memperluas ekosistem digital, menghadirkan inovasi layanan, dan memperkuat kolaborasi strategis dengan berbagai mitra. Salah satu fokus utama perseroan adalah memaksimalkan sinergi dengan ekosistem Kredivo Group yang memiliki puluhan juta pengguna.
Kualitas aset dan dorongan dari ekosistem Kredivo
Di tengah ekspansi yang agresif, Krom Bank juga menjaga kualitas asetnya. Hingga April 2026, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan tercatat 3,03%, masih di bawah ambang batas regulator sebesar 5%.Anton menjelaskan kualitas kredit tersebut ditopang penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan serta dukungan ekosistem melalui kemitraan strategis dengan Kredivo Group. Menurut dia, ekosistem pembiayaan yang terintegrasi membantu bank memperluas penyaluran kredit secara lebih terukur sambil tetap memperhatikan kualitas portofolio.
Ia menambahkan setiap ekspansi pembiayaan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan profil risiko tiap segmen nasabah. Basis pengguna Kredivo Group dinilai menjadi saluran utama bagi pertumbuhan kredit digital Krom Bank ke depan, terutama untuk segmen UMKM, pembiayaan ritel, dan konsumsi produktif.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang pembukaan Jakarta Fair Kemayoran 2026, kami menyoroti target transaksi UMKM yang dipatok menembus lebih dari Rp 8 triliun sebagai pengungkit belanja dan aktivitas usaha di Jakarta. Artikel tersebut juga membahas bagaimana kesiapan infrastruktur transportasi dan agenda menuju perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027 diharapkan memperkuat dampak ekonomi, termasuk proyeksi target transaksi UMKM yang lebih tinggi tahun depan.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto