BSI Dubai catat aset Rp 1,7 triliun, dorong ekspansi Timur Tengah

BSI Dubai catat aset Rp 1,7 triliun, dorong ekspansi Timur Tengah
BSI Dubai ekspansi pesat

Ekspansi internasional PT Bank Syariah Indonesia Tbk di Timur Tengah terus menguat seiring pertumbuhan bisnis kantor cabang luar negerinya di Dubai. Hingga Maret 2026, aset BSI Dubai mencapai sekitar US$ 97 juta atau setara Rp 1,7 triliun, ditopang terutama oleh pembiayaan korporasi.

Sorotan

  • BSI Dubai mencatat aset sebesar Rp 1,7 triliun hingga Maret 2026, tumbuh 31% secara tahunan dengan 90% kontribusi dari pembiayaan korporasi.
  • BSI Dubai memperluas layanan treasury, trade finance, dan documentary collection bagi eksportir dan importir Indonesia–UEA, memanfaatkan posisi Dubai sebagai international hub.
  • BSI tengah menyiapkan ekspansi ke Arab Saudi dengan rencana pembukaan cabang di Jeddah, fokus pada bisnis halal serta ekosistem haji dan umrah.

Pertumbuhan aset dan layanan BSI Dubai

Kepada Kontan.co.id, Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan aset kantor cabang luar negeri BSI Dubai tumbuh 31% secara tahunan hingga Maret 2026. Porsi terbesar pertumbuhan itu berasal dari pembiayaan korporasi, yang menyumbang sekitar 90% dari total bisnis cabang tersebut.

Selain pembiayaan, BSI Dubai juga menyediakan layanan treasury, trade finance, dan documentary collection bagi eksportir serta importir yang bertransaksi antara Indonesia dan Uni Emirat Arab. Menurut BSI, posisi Dubai sebagai international hub memberi ruang pertumbuhan yang besar karena menjadi basis banyak perusahaan Indonesia maupun perusahaan global.

Perseroan menilai kehadiran cabang di Dubai dapat berfungsi sebagai jembatan layanan keuangan sekaligus memperkuat kerja sama ekspor-impor dengan berbagai perusahaan di Indonesia. Karena itu, BSI tetap optimistis pertumbuhan bisnis cabang luar negeri tersebut masih berlanjut pada tahun ini.

Rencana ekspansi ke Arab Saudi

Di luar Dubai, BSI juga sedang menyiapkan ekspansi baru ke Arab Saudi dengan rencana pembukaan kantor cabang di Jeddah. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat penetrasi perseroan pada bisnis halal serta ekosistem haji dan umrah.

Menurut Wisnu, rencana tersebut sejalan dengan posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah jamaah haji dan umrah terbesar di dunia. Ekspansi ke Jeddah juga memperlihatkan fokus BSI untuk memperluas layanan syariah lintas negara di pasar yang berkaitan erat dengan kebutuhan nasabah Indonesia dan arus transaksi regional.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang penguatan saham bank-bank jumbo, kami mengulas rebound BBCA, BBNI, BMRI, dan BBRI setelah sempat tertekan sentimen makro. Kami menyoroti peran kenaikan BI Rate ke 5,5% serta realisasi dan rencana buyback, sekaligus mencatat net sell asing dan faktor pemicu jangka pendek seperti tinjauan MSCI serta eksekusi buyback.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.