Asosiasi DPLK soroti langkah strategis penyelenggara eksisting usai Sinarmas AM bentuk DPLK
Persaingan di industri dana pensiun lembaga keuangan makin terbuka setelah Sinarmas Asset Management membentuk DPLK. Kondisi ini mendorong penyelenggara DPLK yang sudah ada untuk mempercepat penyesuaian layanan, produk, dan strategi distribusi agar tetap kompetitif.
Sorotan
- Penyelenggara DPLK eksisting didorong mempercepat digitalisasi layanan dan menyediakan produk investasi beragam untuk bersaing dengan DPLK dari manajer investasi.
- Peningkatan edukasi keuangan dan kolaborasi strategis dengan manajer investasi dipandang penting guna memperkuat retensi peserta dan akses pada produk inovatif.
- Masuknya manajer investasi seperti Sinarmas AM ke industri DPLK diperkirakan memperkaya persaingan dan memperluas akses publik terhadap produk dana pensiun.
Strategi adaptasi di tengah masuknya manajer investasi
Sebagaimana dilaporkan KONTAN, Ketua Umum Asosiasi DPLK Tondy Suradiredja mengatakan penyelenggara DPLK eksisting perlu memperkuat sejumlah langkah strategis untuk bersaing dengan DPLK yang dibentuk manajer investasi.Salah satu langkah yang dinilai perlu dipercepat ialah digitalisasi layanan, termasuk onboarding digital dan penyediaan dashboard investasi secara real-time. Ia juga menilai personalisasi produk perlu diperkuat dengan mengembangkan pilihan investasi yang lebih beragam sesuai profil risiko peserta.
Selain itu, penyelenggara DPLK eksisting dinilai perlu meningkatkan edukasi dan literasi keuangan kepada pemberi kerja maupun karyawan guna memperkuat retensi peserta. Tondy juga menyebut kolaborasi strategis dengan manajer investasi dapat menjadi opsi agar DPLK eksisting bisa mengakses produk investasi inovatif tanpa harus bersaing secara frontal.
Dampak persaingan bagi industri dana pensiun
Tondy menilai masuknya manajer investasi ke industri DPLK dapat membawa dampak positif bagi pasar. Menurut dia, kehadiran pemain baru berpotensi memperkaya lanskap persaingan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap produk dana pensiun.Ia menambahkan manajer investasi memiliki keunggulan pada aspek pengelolaan investasi dan distribusi digital. Meski demikian, DPLK eksisting dinilai tetap memiliki kekuatan pada jaringan distribusi yang luas, kepercayaan merek, serta kedalaman hubungan dengan nasabah korporat.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang tantangan pertumbuhan iuran dana pensiun, kami menyoroti risiko tertahannya kontribusi akibat berkurangnya peserta aktif, PHK, serta melemahnya kemampuan perusahaan pendiri menyetor iuran. Kami juga mencatat bahwa meski penerimaan iuran konvensional masih tumbuh, industri menekankan percepatan transformasi digital dan penguatan edukasi/literasi publik untuk menjaga partisipasi dan ekspansi program pensiun.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto