Aksi mahasiswa UBK di Jakarta memicu pembatasan akses menuju Medan Merdeka Selatan

Aksi mahasiswa UBK di Jakarta memicu pembatasan akses menuju Medan Merdeka Selatan
Akses Medan Merdeka dibatasi

Pengamanan ketat mewarnai aksi mahasiswa Universitas Bung Karno di pusat Jakarta pada Senin, ketika rombongan sempat tertahan di simpang Tugu Tani sebelum menuju titik unjuk rasa. Situasi ini menyoroti sensitivitas demonstrasi di kawasan Medan Merdeka Selatan, yang akses jalannya dibatasi aparat hingga massa akhirnya bergerak ke sekitar Menara Danareksa.

Sorotan

  • Pengamanan ketat dengan puluhan polisi dan penutupan akses diberlakukan di kawasan Medan Merdeka Selatan akibat aksi mahasiswa UBK pada 1 Juli 2024.
  • Enam tuntutan utama aksi meliputi evaluasi program makan gratis, Koperasi Desa Merah Putih, revisi UU Kepolisian RI, dan penghentian praktik militerisme.
  • Mahasiswa UBK juga menuntut tindakan pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai rupiah, ketahanan ekonomi nasional, dan revisi kebijakan kenaikan harga BBM.

Pengamanan aksi dan pergerakan massa

Seperti dilaporkan Kompas.com, mahasiswa UBK yang datang dengan sepeda motor sempat dicegat polisi di simpang Tugu Tani, Jakarta Pusat, saat hendak menuju Jalan Medan Merdeka Selatan. Rombongan tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan pada awalnya, sementara sejumlah mahasiswa mencoba menerobos barikade dan terlibat adu mulut dengan petugas yang berjaga.

Puluhan anggota kepolisian terlihat ditempatkan di sekitar simpang Tugu Tani, dengan sebuah mobil komando polisi berada di depan barisan petugas. Sekitar pukul 14.35 WIB, aparat akhirnya mengizinkan massa melanjutkan perjalanan menuju kawasan Medan Merdeka Selatan.

Setelah bergerak melewati kawasan Kedutaan Besar U.S., massa kembali menghadapi pengamanan ketat setibanya di depan BSI Tower. Akses menuju arah Patung Kuda dibatasi, sementara ruas Jalan Medan Merdeka Selatan dari arah Tugu Tani telah ditutup dan jalur menuju Patung Kuda diblokade aparat.

Tuntutan mahasiswa dan konteks aksi

Hingga pukul 14.45 WIB, massa aksi terpantau berada di sekitar Menara Danareksa. Aksi ini membawa enam tuntutan yang mencakup evaluasi program makan bergizi gratis dan Koperasi Desa Merah Putih, peninjauan kembali Undang-Undang Kepolisian RI, serta penghentian praktik militerisme demi menegakkan supremasi sipil.

Selain itu, mahasiswa juga mendesak pemerintah mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai rupiah dan ketahanan ekonomi nasional. Mereka turut menuntut pemenuhan hak pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau, serta peninjauan kembali kebijakan kenaikan harga BBM yang dinilai membebani masyarakat.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang rencana demo BEM UBK di kawasan Monas, kami mengulas jadwal aksi di Jalan Medan Merdeka Selatan serta enam tuntutan yang dibawa mahasiswa, mulai dari evaluasi program Makan Bergizi Gratis hingga peninjauan kebijakan kenaikan harga BBM. Kami juga menyoroti bagaimana panitia mengklaim telah menyampaikan pemberitahuan izin secara digital kepada Polda Metro Jaya dan menyiapkan mekanisme koordinasi agar aksi berlangsung tertib.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.