Kementan gelar tanam serempak 52.510 hektare di 25 provinsi untuk dorong produksi pangan

Kementan gelar tanam serempak 52.510 hektare di 25 provinsi untuk dorong produksi pangan
Tanam Serempak Nasional

Pemerintah memperluas percepatan musim tanam melalui Gerakan Tanam Serempak yang mencakup 52.510 hektare di 25 provinsi, dengan pusat kegiatan di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Program ini memanfaatkan lahan hasil Optimalisasi Lahan 2024 dan 2025 serta Cetak Sawah Rakyat 2025 untuk menaikkan luas tanam dan indeks pertanaman menuju swasembada pangan.

Sorotan

  • Kementerian Pertanian meluncurkan tanam serempak seluas 52.510 hektare di 25 provinsi pada 12 Juni 2026, mencakup Oplah 2024, Oplah 2025, dan CSR 2025.
  • Kementan menargetkan optimalisasi lahan dapat meningkatkan indeks pertanaman hingga IP 250-300 dengan percepatan pemanfaatan teknologi seperti rice transplanter dan drone.
  • Per 10 Juni 2026, realisasi tanam Oplah 2024 mencapai 450.749 hektare (IP 1,29) dan Oplah 2025 sebesar 574.142 hektare (IP 1,31), serta cadangan beras pemerintah sekitar 5,7 juta ton.

Target tanam dan pelaksanaan nasional

Kementerian Pertanian Indonesia menyampaikan gerakan ini berlangsung serentak mulai dari Aceh hingga Papua, dengan target tanam terdiri atas 25.200 hektare lahan Oplah 2024, 25.170 hektare Oplah 2025, dan 2.140 hektare lahan CSR 2025.

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Tematana, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya pada 12 Juni 2026 itu melibatkan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, serta petani. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan percepatan tanam menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas produksi pangan nasional di tengah tantangan global dan perubahan iklim.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengatakan gerakan tersebut kembali dijalankan untuk mempercepat produktivitas lahan sekaligus mendorong kenaikan indeks pertanaman di berbagai wilayah. Menurut dia, Kementan menargetkan lahan hasil optimalisasi dapat mencapai IP 250 bahkan IP 300, dengan mendorong petani kembali menanam segera setelah panen.

Arsanti menambahkan pengawalan lapangan menjadi faktor penting bagi keberhasilan percepatan tanam. Karena itu, penyuluh pertanian dan Brigade Pangan terus didorong memastikan seluruh lahan siap tanam segera dimanfaatkan, didukung perluasan penggunaan alsintan modern seperti rice transplanter dan drone pertanian untuk meningkatkan efisiensi dan mengatasi keterbatasan tenaga kerja.

Dampak pada ketahanan pangan dan daerah

Pelaksanaan gerakan ini berlangsung saat sektor pertanian nasional mencatat capaian yang dinilai positif. Cadangan Beras Pemerintah saat ini tercatat sekitar 5,7 juta ton, sementara data realisasi tanam periode Oktober 2025 hingga 10 Juni 2026 menunjukkan luas tanam di lokasi Oplah 2024 telah mencapai 450.749 hektare dengan indeks pertanaman 1,29.

Pada Oplah 2025, luas tanam telah mencapai 574.142 hektare dengan indeks pertanaman 1,31. Sementara itu, lahan Cetak Sawah Rakyat telah tertanami 58.028 hektare, setara 95,44 persen dari target yang ditetapkan.

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, menyatakan dukungan Kementan membantu pengembangan sektor pertanian di daerahnya, dan menilai sinergi pemerintah pusat dengan daerah penting untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani. Dukungan serupa juga disampaikan anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin, yang menilai Gerakan Tanam Serempak sebagai langkah konkret untuk memperkuat produksi pangan nasional.

Dalam artikel kami sebelumnya, perluasan program cetak sawah dan dukungan mekanisasi pertanian di Papua dan Papua Barat Daya dibahas sebagai upaya meningkatkan produktivitas serta keterlibatan petani dan masyarakat adat. Kami menyoroti pengembangan sawah hingga ratusan hektare, bantuan alsintan yang mempercepat pengolahan lahan, serta pendampingan lapangan dan diversifikasi komoditas lokal untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah timur.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.