Stockbit catat transaksi harian lebih dari 1 juta di tengah koreksi IHSG

Stockbit catat transaksi harian lebih dari 1 juta di tengah koreksi IHSG
Stockbit capai 1 juta transaksi

Di tengah tekanan pasar saham pada semester I-2026, PT Stockbit Sekuritas Digital Indonesia menyatakan aktivitas bisnis dan operasionalnya tetap bertumbuh. Perusahaan menyebut rata-rata transaksi di platformnya kini melampaui 1 juta per hari, sementara pertumbuhan investor baru masih mengikuti ekspansi pasar modal domestik.

Sorotan

  • Stockbit mencatat transaksi harian lebih dari 1 juta dengan pertumbuhan investor baru tetap positif meski IHSG terkoreksi 32,05% year to date hingga 3 Juli 2026.
  • Nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia pada Juni 2026 sekitar Rp20 triliun, turun dari puncak Rp30 triliun tetapi lebih tinggi dari rerata 2025 sebesar Rp18 triliun.
  • Jumlah investor saham meningkat dari sekitar 8,6 juta akhir 2025 menjadi sekitar 9,7 juta per Mei 2026 menurut data C-BEST.

Kinerja transaksi dan posisi pasar

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, Stockbit menyebut jumlah dan volume transaksi secara year to date masih menjadi yang tertinggi di antara perusahaan efek Anggota Bursa hingga Jumat, 3 Juli 2026. Head of Corporate Communication Stockbit, William, mengatakan kegiatan bisnis dan operasional perusahaan berjalan baik meski Indeks Harga Saham Gabungan, IHSG, terkoreksi 32,05% secara year to date hingga akhir perdagangan hari itu.

Menurut William, aktivitas transaksi investor di platform Stockbit tetap mencatat pertumbuhan positif walau bergerak mengikuti dinamika pasar. Ia menilai pada sebagian periode nasabah cenderung menahan transaksi, sedangkan pada periode lain mereka lebih agresif memanfaatkan peluang investasi.

Stockbit juga menyatakan pembukaan akun baru masih terus berlangsung setiap hari dari berbagai kelompok usia dan latar belakang investor. Perusahaan menambahkan pertumbuhan investor baru tersebut masih sejalan dengan pertumbuhan investor di pasar modal secara umum.

Dampak kondisi pasar bagi sekuritas

Direktur Infovesta Utama Wawan Hendrayana menilai kondisi pasar modal pada 2026 masih menantang seiring koreksi IHSG dan berlanjutnya arus keluar dana asing. Namun, ia mengatakan dampaknya terhadap perusahaan sekuritas berbeda-beda, bergantung pada model bisnis masing-masing.

Wawan menyebut rata-rata nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia pada Juni 2026 mencapai sekitar Rp20 triliun per hari. Angka itu masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata transaksi harian sepanjang 2025 yang sekitar Rp18 triliun per hari, tetapi sudah menurun dibandingkan saat IHSG berada di puncaknya, ketika nilai transaksi sempat mencapai sekitar Rp30 triliun per hari.

Ia juga menilai aktivitas perdagangan cenderung terkonsentrasi pada sejumlah perusahaan sekuritas tertentu. Sementara itu, jumlah investor saham masih meningkat dari sekitar 8,6 juta pada akhir 2025 menjadi sekitar 9,7 juta per Mei 2026 berdasarkan data C-BEST.

Ke depan, William mengatakan Stockbit terus mengembangkan berbagai fitur untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan investor dalam bertransaksi. Langkah itu menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga pertumbuhan operasional di tengah volatilitas pasar saham domestik.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang arus keluar dana asing di pasar saham Indonesia sepanjang 2026, kami mencatat akumulasi jual bersih investor asing mencapai Rp74,42 triliun hingga 3 Juli 2026, meski pada hari itu sempat terjadi beli bersih harian tipis. Ulasan tersebut juga menyoroti pergerakan IHSG yang melemah dan tetap volatil dalam rentang 5.607–5.943, sehingga tekanan arus dana asing menjadi salah satu faktor utama yang membentuk sentimen dan likuiditas perdagangan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.