Kementan bidik ekspor hortikultura global lewat Nusa Horti

Kementan bidik ekspor hortikultura global lewat Nusa Horti
Ekspor Hortikultura Lewat Nusa Horti

Pemerintah mempercepat dorongan ekspor hortikultura nasional melalui penguatan promosi, mutu produk, dan akses pasar internasional di tengah target menjadikan Indonesia eksportir buah dan florikultura nomor satu dunia dalam 10 tahun. Agenda itu dipusatkan melalui Nusa Horti 2026 di ICE BSD, Tangerang, yang mempertemukan petani, UMKM, pelaku usaha, komunitas, dan pembeli dari dalam serta luar negeri.

Sorotan

  • Kementerian Pertanian Indonesia akan menggelar Nusa Horti 2026 pada 12-14 Juni 2026 sebagai forum akselerasi ekspor hortikultura nasional.
  • Pemerintah menargetkan penambahan ekspor buah, sayuran, tanaman obat, dan florikultura dengan menekankan standar mutu, sistem ketertelusuran, serta simplifying regulasi ekspor.
  • Kolaborasi pemerintah, petani, asosiasi, dan mitra internasional diharapkan memperbesar kontribusi devisa dan pertumbuhan ekspor hortikultura, terutama dari daerah sentra produksi.

Strategi ekspor melalui Nusa Horti 2026

Seperti dilaporkan Kementerian Pertanian Indonesia, Nusa Horti 2026 berlangsung pada 12 sampai 14 Juni 2026 sebagai wadah strategis untuk mempercepat peningkatan ekspor hortikultura nasional. Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Hotman Fajar Simanjuntak, mengatakan forum itu dirancang untuk mempertemukan petani, pelaku usaha, komunitas, dan buyer dari dalam maupun luar negeri.

Ia menegaskan arahan Kementan adalah mendorong produk pertanian masuk ke pasar ekspor agar pendapatan petani meningkat. Menurutnya, potensi Indonesia di buah, sayuran, tanaman obat, dan florikultura layak bersaing di pasar global, terlebih seluruh produk yang dipamerkan di acara tersebut berasal dari petani, kelompok tani, dan UMKM dalam negeri tanpa produk impor.

Hotman juga mengatakan penguasaan pasar internasional tidak hanya bergantung pada promosi, tetapi pada konsistensi standar mutu dan sistem ketertelusuran produk. Persyaratan itu menjadi bagian penting dari protokol ekspor di negara tujuan dan dinilai menentukan daya saing hortikultura nasional.

Kementan melalui Direktorat Jenderal Hortikultura terus memperkuat skema business matching dengan pelaku usaha, komunitas, dan buyer internasional. Pemerintah juga menyatakan akan memfasilitasi pemenuhan persyaratan ekspor dan menyederhanakan hambatan regulasi agar petani, pelaku usaha, dan UMKM lebih mudah menembus pasar luar negeri.

Dampak bagi petani dan daya saing nasional

Antusiasme publik terhadap penyelenggaraan Nusa Horti terlihat dari kunjungan masyarakat yang menilai acara itu memberi edukasi tentang keragaman buah dan produk hortikultura Indonesia. Pengunjung juga melihat forum tersebut membuka peluang pertemuan langsung antara produsen dan calon mitra bisnis, yang dapat memperluas akses pasar bagi pelaku usaha di daerah.

Komunitas tanaman dan florikultura dinilai memiliki peran penting karena memiliki jejaring dengan buyer luar negeri dan memahami kebutuhan pasar global. Jejaring itu dapat menjadi jembatan bagi petani serta UMKM Indonesia untuk memperluas ekspor dari sentra produksi seperti Kalimantan Selatan, Purbalingga, Wonosobo, dan Bali.

Dalam beberapa kesempatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan penguatan mutu dan diversifikasi pasar ekspor terus didorong, termasuk untuk komoditas hortikultura. Kementan menilai kolaborasi pemerintah, petani, asosiasi, pelaku usaha, dan mitra internasional dapat menjadikan hortikultura sebagai motor pertumbuhan ekspor sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap devisa negara.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang Forum Menteri Pertanian BRICS 2026 di Indore, kami mengulas deklarasi bersama yang mendorong penguatan ketahanan pangan serta kolaborasi inovasi, teknologi, dan perdagangan pertanian. Pembahasan juga menyoroti peluang kerja sama riset, pertanian digital, sertifikasi dan standar sanitari-fitosanitari, hingga fasilitasi akses pasar dan pembiayaan yang dapat memperkuat daya saing produk pertanian Indonesia di pasar internasional.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.