Aksi Aliansi Cipayung Menggugat di DPR picu penangkapan demonstran di Jakarta
Aksi mahasiswa di depan Gedung DPR RI di Jakarta Pusat pada Senin, 15 Juni 2026, memanas ketika massa bersiap menyampaikan tuntutan mereka kepada pemerintah. Ketegangan meningkat setelah polisi mengambil ban yang disiapkan untuk dibakar, sementara arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto tetap ramai lancar.
Sorotan
- Polisi menangkap satu demonstran Aliansi Cipayung Menggugat di depan DPR RI setelah upaya pembakaran ban picu kericuhan pada aksi 20 Juni 2024.
- Aliansi Cipayung Menggugat menuntut Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mundur, pendidikan gratis, penurunan harga BBM, dan evaluasi Program Makan Bergizi Gratis.
- Lalu lintas di Jalan Gatot Subroto depan kompleks DPR RI tetap normal tanpa pengalihan arus meski aksi dan ketegangan berlangsung.
Kronologi ketegangan saat unjuk rasa
Seperti dilaporkan Kompas.com, situasi mulai memanas ketika demonstran dari Aliansi Cipayung Menggugat berencana melakukan aksi bakar ban di depan kompleks parlemen. Ban yang sebelumnya diletakkan di depan mobil komando kemudian diambil aparat kepolisian dan dibawa pergi, yang memicu reaksi dari massa aksi.Kericuhan lalu terjadi di tengah ketegangan tersebut, dan satu orang peserta aksi diamankan polisi. Seorang orator menyebut penangkapan itu sebagai tindakan yang tidak etis, sambil menegaskan bahwa massa tidak melakukan perusakan fasilitas umum dan hanya melakukan unjuk rasa disertai pembakaran ban.
Massa aksi lainnya juga meminta aparat untuk membebaskan rekan mereka yang ditangkap. Seruan itu disampaikan langsung di lokasi demonstrasi ketika situasi masih tegang di depan Gedung DPR RI.
Tuntutan demonstran dan dampak di sekitar DPR
Dalam aksi ini, Aliansi Cipayung Menggugat membawa lima tuntutan utama kepada pemerintah. Tuntutan itu meliputi desakan agar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengundurkan diri, permintaan pendidikan gratis dan berkualitas, desakan penurunan harga BBM, evaluasi total atas tata kelola Program Makan Bergizi Gratis, serta penghentian sementara program tersebut hingga evaluasi menyeluruh dilakukan.Di tengah aksi dan penangkapan itu, lalu lintas di Jalan Gatot Subroto yang melintas di depan kompleks DPR RI terpantau tetap berjalan normal. Kendaraan roda dua dan roda empat masih melintas di kedua arah, dan belum terlihat adanya pengalihan arus lalu lintas.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang aksi mahasiswa GMNI di depan Gedung DPR RI, kami membahas rangkaian tuntutan yang mencakup penurunan harga BBM, pendidikan gratis dan berkualitas, serta desakan evaluasi hingga penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis. Artikel itu juga menyoroti fokus mahasiswa pada transparansi dan akuntabilitas anggaran, sementara situasi pengamanan berlangsung dan arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto tetap ramai lancar tanpa pengalihan.
Berita Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto