Pertamina Patra Niaga jelaskan harga keekonomian Pertalite pada struk pembelian
Penjelasan Pertamina Patra Niaga muncul setelah angka Rp18.040 per liter tercantum pada struk pembelian Pertalite di tengah perhatian publik terhadap harga bahan bakar. Nilai itu disebut sebagai harga keekonomian BBM berdasarkan komponen harga pasar dan biaya penyediaan energi, bukan harga jual yang dibayar masyarakat.
Sorotan
- Pertamina Patra Niaga menyatakan harga keekonomian Pertalite sebesar Rp18.040 per liter pada struk mencerminkan nilai pasar dan biaya penyediaan energi.
- Harga jual Pertalite di masyarakat tetap mengikuti harga yang ditetapkan pemerintah berkat subsidi, menurut pernyataan resmi pada 17 Juni 2026.
- Harga Pertamax sebagai BBM nonsubsidi fluktuatif mengikuti pasar, namun sebelumnya pernah ditahan untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.
Penjelasan harga keekonomian dan mekanisme subsidi
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, PT Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa angka Rp18.040 per liter pada struk pembelian Pertalite mencerminkan nilai ekonomi bahan bakar apabila dihitung dari komponen harga pasar dan biaya penyediaan energi. Perusahaan menegaskan masyarakat tetap membeli Pertalite sesuai harga yang ditetapkan pemerintah karena adanya dukungan subsidi.Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan harga jual Pertalite yang dibayarkan masyarakat saat ini merupakan harga yang telah ditetapkan pemerintah dengan mempertimbangkan berbagai aspek sosial dan ekonomi. Pernyataan itu disampaikan pada Rabu, 17 Juni 2026.
Dampak kebijakan harga bagi pasar energi
Pertamina Patra Niaga juga menjelaskan bahwa Pertamax merupakan BBM nonsubsidi, sehingga harga jualnya mengikuti dinamika pasar. Meski demikian, Pertamina menyatakan tetap berkoordinasi dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga energi nasional.Perusahaan menambahkan bahwa pada periode sebelumnya harga Pertamax sempat ditahan agar tidak mengalami kenaikan. Langkah itu disebut bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan mendukung kondisi perekonomian nasional.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang klarifikasi angka Rp18.040 per liter pada struk Pertalite, Pertamina Patra Niaga menegaskan nilai tersebut adalah harga keekonomian berdasarkan komponen pasar dan biaya penyediaan energi, bukan harga jual yang dibayar masyarakat. Kami juga mengulas bahwa Pertalite tetap dijual sesuai harga yang ditetapkan pemerintah karena skema subsidi, sementara Pertamax sebagai BBM nonsubsidi mengikuti dinamika pasar meski tetap dikoordinasikan untuk menjaga stabilitas energi nasional.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto