Bank Sampoerna perluas penawaran deposito online untuk nasabah ritel dan pemula
Di tengah dorongan digitalisasi layanan perbankan, PT Bank Sahabat Sampoerna memperluas akses simpanan berjangka melalui fitur deposito online di aplikasi Sampoerna Mobile Banking. Produk ini menawarkan setoran awal mulai Rp 1 juta, pilihan tenor yang beragam, serta bunga yang disebut lebih tinggi dibanding deposito berjangka reguler.
Sorotan
- Bank Sampoerna meluncurkan Sampoerna Mobile Time Deposit dengan setoran awal mulai Rp 1 juta hingga Rp 1 miliar pada 17 Juni 2026.
- Deposito online menawarkan suku bunga lebih tinggi dari deposito reguler, jangka waktu fleksibel mulai 1 sampai 18 bulan, dan dapat dijadikan agunan kredit.
- Layanan baru ini mendukung automatic roll over, integrasi penuh dengan fitur digital SMB, dan mengincar pasar ritel serta investor pemula untuk memperluas akuisisi nasabah.
Fitur deposito digital dan skema penempatan
Kontan melaporkan, Bank Sampoerna menghadirkan layanan Sampoerna Mobile Time Deposit yang memungkinkan nasabah membuka deposito, mengubah metode perpanjangan, memeriksa e-Advis, hingga mencairkan dana langsung melalui aplikasi. Dalam keterangan resmi pada Rabu, 17 Juni 2026, Direktur Finance & Business Planning Bank Sampoerna Henky Suryaputra mengatakan layanan ini menjadi bagian dari upaya perseroan untuk memberi kemudahan yang lebih komprehensif dalam pengelolaan dana nasabah.Menurut Henky, deposito online itu dirancang dengan minimum penempatan yang lebih terjangkau dan pilihan tenor yang variatif, sehingga dapat menjadi alternatif investasi bagi segmen milenial dan investor pemula. Bank Sampoerna menetapkan setoran awal mulai dari Rp 1 juta sampai Rp 1 miliar, dengan tenor 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, 15 bulan, dan 18 bulan.
Ia juga menyebut suku bunga deposito online tersebut lebih tinggi dibandingkan deposito berjangka reguler. Selain sebagai instrumen investasi, dana yang ditempatkan dalam deposito online dapat digunakan sebagai agunan untuk pengajuan kredit, sehingga nasabah bisa memanfaatkannya untuk memperoleh tambahan modal sesuai kebutuhan.
Dampak pada layanan digital dan akses pembiayaan
Direktur Information Technology Bank Sampoerna Hendra Rahardja mengatakan fitur deposito online ini dilengkapi opsi perpanjangan otomatis atau automatic roll over, baik ARO Pokok maupun ARO Pokok dan Bunga. Skema itu memungkinkan nasabah memperpanjang nilai pokok saja atau pokok beserta bunga saat jatuh tempo tanpa harus datang ke kantor cabang.Hendra menambahkan layanan deposito online melengkapi fitur lain yang sudah tersedia di Sampoerna Mobile Banking, termasuk transfer dana, pembayaran QRIS, top up dompet digital, pembelian pulsa dan token listrik, serta pembayaran berbagai tagihan. Bank juga menyatakan aplikasi SMB telah memperoleh pembaruan antarmuka dan pengalaman pengguna untuk meningkatkan kenyamanan akses layanan perbankan digital.
Perseroan memastikan seluruh proses penempatan deposito online didukung teknologi yang memenuhi standar regulator dan aspek keamanan perbankan. Bagi sektor perbankan ritel di Indonesia, langkah ini memperkuat persaingan layanan simpanan digital sekaligus membuka jalur akuisisi nasabah yang mencari produk investasi nominal rendah dan fleksibilitas akses melalui ponsel.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang dampak kenaikan BI Rate ke 5,5% terhadap strategi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), kami membahas bagaimana bank-bank menghadapi tekanan untuk menyesuaikan bunga simpanan agar tetap kompetitif menjaga dana nasabah. Kami juga menyoroti bahwa dominasi deposito dalam struktur pendanaan dapat membuat biaya dana (cost of fund) lebih sensitif saat suku bunga naik, sehingga bank perlu menyeimbangkan likuiditas, pertumbuhan kredit, dan strategi pendanaannya.
Berita Israel Terbaru
- Forex
- Crypto