Pemkot Depok mulai bangun jalan alternatif Sawangan dengan nilai proyek lebih dari Rp70 miliar

Pemkot Depok mulai bangun jalan alternatif Sawangan dengan nilai proyek lebih dari Rp70 miliar
Jalan alternatif Sawangan dibangun

Pemerintah Kota Depok memulai pembangunan Jalan Alternatif Sawangan untuk memperkuat konektivitas antara Jalan Pemuda dan Jalan Enggram di tengah kemacetan berkepanjangan di kawasan tersebut. Proyek yang ditargetkan rampung pada akhir 2026 itu diperkirakan menurunkan tingkat kemacetan hingga 75-80 persen, meski pengguna jalan diminta mengantisipasi kepadatan selama masa konstruksi.

Sorotan

  • Pemkot Depok memulai proyek jalan alternatif Sawangan senilai lebih dari Rp70 miliar, dengan peletakan batu pertama pada 17 Juni 2026.
  • Proyek sepanjang 872 meter ini mencakup pelebaran jalan hingga 12,5 meter dan pembangunan drainase, ditargetkan selesai 6 Desember 2026.
  • Anggaran proyek meliputi Rp40 miliar untuk pembebasan lahan dan Rp30 miliar untuk konstruksi, didanai APBD Kota Depok sebesar Rp30,31 miliar.

Ruang lingkup proyek dan jadwal pekerjaan

Seperti dilaporkan situs resmi Pemkot Depok, peletakan batu pertama proyek ini dipimpin Wali Kota Depok Supian Suri di Kecamatan Sawangan pada Rabu, 17 Juni 2026. Pemerintah kota menyatakan pelebaran jalan dan pembangunan koneksi baru itu menjadi bagian dari upaya untuk mengurai kemacetan yang lama membebani wilayah Sawangan.

Supian mengatakan proyek tersebut mencakup penataan dan peningkatan kapasitas jalan sepanjang 872 meter. Ia menambahkan pelaksanaan pekerjaan berlangsung dari 8 Juni hingga 6 Desember 2026, dan jika selesai sesuai rencana, tingkat kemacetan di kawasan itu diperkirakan turun hingga 75 sampai 80 persen.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Depok Yodi Joko Bintoro mengatakan koridor jalan yang dikerjakan memiliki lebar antara 9,5 meter hingga 12,5 meter. Menurut dia, pekerjaan tidak hanya mencakup pelebaran badan jalan, tetapi juga pembangunan turap batu kali, sheet pile, saluran drainase, dan trotoar untuk meningkatkan keselamatan serta kenyamanan pengguna jalan.

Dampak anggaran dan implikasi lalu lintas

Pemkot Depok mengalokasikan anggaran besar untuk merealisasikan proyek ini, dengan biaya pembebasan lahan sekitar Rp40 miliar dan anggaran konstruksi jalan sebesar Rp30 miliar. Dengan demikian, total nilai proyek mencapai lebih dari Rp70 miliar, sementara pekerjaan konstruksi dibiayai melalui APBD Kota Depok sebesar Rp30,31 miliar.

Selama konstruksi berlangsung, pemerintah kota meminta masyarakat dan pengguna jalan menyiapkan diri terhadap potensi gangguan lalu lintas di kawasan Sawangan. Peringatan itu mencerminkan adanya tekanan jangka pendek pada mobilitas, namun proyek ini diposisikan sebagai investasi infrastruktur untuk memperlancar arus kendaraan dan memperbaiki konektivitas antarwilayah di Depok.

Perbaikan jalan longsor di Kebon Pedes, Kota Bogor, sebelumnya kami ulas sebagai upaya pemulihan akses setelah longsor akhir Januari 2026, dengan pekerjaan dimulai 17 Juni 2026 dan ditargetkan selesai sekitar lima bulan. Proyek senilai kurang lebih Rp5,4 miliar itu mencakup pembangunan dinding penahan tanah (kombinasi beton, bronjong, dan batu granular) serta pengaturan lalu lintas kondisional yang sempat menyebabkan perlambatan arus di lokasi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.