Kredit multiguna perbankan menunjukkan pemulihan, bank tetap selektif menyalurkan pembiayaan
Permintaan pembiayaan konsumtif mulai membaik di tengah pemulihan konsumsi rumah tangga dan kebutuhan dana masyarakat untuk berbagai keperluan. Data Bank Indonesia menunjukkan outstanding kredit multiguna per April 2026 mencapai Rp 1.397,8 triliun, tumbuh 8,5% secara tahunan dan lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan pada Maret 2026 serta akhir 2025.
Sorotan
- Kredit multiguna perbankan menunjukkan pemulihan moderat didorong konsumsi rumah tangga dan kebutuhan pendidikan, renovasi rumah, dan kebutuhan pribadi.
- Pertumbuhan outstanding pinjaman konsumer BCA mayoritas dari kartu kredit naik 6,8% yoy menjadi Rp 25,1 triliun per Maret 2026, didukung perluasan nasabah.
- CIMB Niaga proyeksikan pertumbuhan kredit multiguna tetap di bawah 5% hingga akhir tahun, sementara bank selektif dan kualitas NPL tetap terkendali.
Pertumbuhan kredit dan strategi penyaluran
Kendati tren segmen ini menguat, laju ekspansi masih dinilai berlangsung moderat karena masyarakat tetap menghadapi tekanan biaya hidup yang tinggi dan tingkat suku bunga yang relatif lebih tinggi dibandingkan periode sebelum pandemi.Seperti dilaporkan KONTAN, Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia, Trioksa Siahaan, menilai kenaikan kredit multiguna ditopang oleh membaiknya konsumsi rumah tangga dan meningkatnya kebutuhan pembiayaan untuk pendidikan, renovasi rumah, serta kebutuhan pribadi lainnya. Ia juga menyebut bank banyak berfokus pada segmen payroll, aparatur sipil negara, pensiunan, dan karyawan berpenghasilan tetap yang memiliki profil risiko lebih terjaga.
Menurut Trioksa, stabilnya ekspektasi suku bunga turut meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk kembali mengambil kredit konsumtif. Namun, ia memperkirakan pertumbuhan kredit multiguna sepanjang tahun ini tetap positif tanpa akselerasi yang sangat kuat.
Dari sisi strategi, perbankan dinilai perlu mengoptimalkan basis nasabah eksisting melalui ekosistem payroll, memperkuat digitalisasi proses kredit, dan menawarkan skema pembiayaan yang lebih fleksibel sambil tetap menjaga kualitas aset.
Dampak bagi bank besar dan kualitas aset
Di tingkat bank, respons terhadap pemulihan permintaan masih beragam. CIMB Niaga menyatakan penyaluran kredit multiguna hingga saat ini masih relatif flat dan belum menunjukkan kenaikan yang signifikan, dengan proyeksi pertumbuhan hingga akhir tahun tetap di bawah 5%.KB Bank juga menyebut kontribusi kredit multiguna terhadap total portofolio kredit perseroan masih relatif terbatas. Bank itu saat ini lebih fokus mengembangkan segmen pembiayaan yang menjadi prioritas strategis, sementara kredit multiguna tetap disalurkan secara selektif sesuai kebutuhan nasabah dan profil risiko yang sejalan dengan kebijakan bank.
Sementara itu, BCA melihat permintaan kredit multiguna masih cukup terjaga melalui produk Personal Loan yang dipakai untuk kebutuhan seperti pendidikan, renovasi rumah, pernikahan, pengobatan, hingga liburan. BCA menyatakan pertumbuhan personal loan didukung perluasan basis nasabah, sedangkan outstanding pinjaman konsumer perseroan yang mayoritas berasal dari kartu kredit tumbuh 6,8% secara tahunan menjadi Rp 25,1 triliun per Maret 2026.
BCA juga menegaskan prinsip kehati-hatian tetap menjadi fokus dalam penyaluran kredit, dengan penguatan credit scoring dan pemantauan untuk menjaga kualitas kredit. Bank itu menyebut rasio kredit bermasalah, atau NPL, pada segmen personal loan tetap berada pada level rendah dan terkendali.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang upaya BCA menjaga kualitas kredit di tengah ketidakpastian ekonomi global, kami membahas pendekatan penyaluran kredit yang tetap hati-hati disertai penguatan manajemen risiko. BCA mengandalkan pemantauan portofolio, Early Warning System, stress test, serta pencadangan yang kuat untuk menekan risiko kredit bermasalah dan menjaga pertumbuhan kredit tetap sehat.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto