Kementan siapkan fondasi swasembada bawang putih untuk tekan impor
Ketergantungan Indonesia pada impor bawang putih yang masih memenuhi lebih dari 90 persen kebutuhan nasional mendorong pemerintah mempercepat pembenihan dalam negeri. Kementerian Pertanian menargetkan langkah ini menjadi dasar pengurangan kuota impor secara bertahap mulai pertengahan tahun depan seiring kenaikan produksi lokal.
Sorotan
- Kementerian Pertanian menargetkan swasembada bawang putih dengan mempercepat perbenihan nasional dan mulai mengurangi impor secara bertahap mulai pertengahan 2027.
- APBN 2026 mengalokasikan pembiayaan perbenihan seluas 5.000 hektare dengan bantuan benih sekitar Rp75 juta per hektare kepada petani bawang putih.
- Bulog, ID FOOD, dan PTPN dilibatkan sebagai offtaker dan pemanfaat lahan dataran tinggi di lokasi potensial seperti Sembalun, Temanggung, dan Humbang Hasundutan.
Strategi pembenihan dan pengurangan impor
Seperti disampaikan Kementerian Pertanian Indonesia, pemerintah mulai menyiapkan fondasi swasembada bawang putih melalui percepatan perbenihan nasional untuk memperluas budidaya dan mengurangi ketergantungan pada pasokan luar negeri.Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan arah kebijakan tidak lagi semata bertumpu pada pertimbangan harga impor yang lebih murah, tetapi pada penguatan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Usai Rapat Pengembangan Bawang Putih di Jakarta pada Rabu, 17 Juni 2026, ia menegaskan impor mungkin dinilai efisien dari sisi biaya, namun tidak sejalan dengan kebutuhan menjaga keberlangsungan produksi petani dan mengurangi ketergantungan Indonesia pada negara lain.
Menurutnya, pemerintah berharap pengurangan impor mulai dilakukan bertahap dari pertengahan tahun depan ketika ketersediaan bibit meningkat dan produksi massal dapat dijalankan. Ia menambahkan tantangan utama pengembangan bawang putih saat ini berada pada pembibitan, dan bila bibit tersedia serta petani memperoleh keuntungan, minat tanam akan mengikuti.
Dukungan BUMN dan kawasan budidaya
Kementan membangun ekosistem hulu hingga hilir bersama Bulog, ID FOOD, dan PTPN untuk mendukung target tersebut. Bulog dan ID FOOD disiapkan menjadi offtaker hasil perbenihan, sementara PTPN dilibatkan untuk memanfaatkan lahan dataran tinggi yang potensial bagi budidaya bawang putih.Saat ini pemerintah telah mengidentifikasi sejumlah kawasan potensial, termasuk Sembalun di Nusa Tenggara Barat, Temanggung di Jawa Tengah, dan Humbang Hasundutan di Sumatera Utara. Pemerintah juga menjajaki pemanfaatan lahan perkebunan dataran tinggi yang sudah tidak produktif, termasuk di Jawa Barat.
Untuk mendukung program ini, APBN tahun ini membiayai perbenihan seluas 5.000 hektare dengan bantuan benih sekitar Rp75 juta per hektare. Setelah panen, petani mengembalikan benih sebesar satu setengah kali dari jumlah yang diterima agar dapat disalurkan kembali dalam pola perbenihan bergulir. Sudaryono mengatakan dengan skema itu pemerintah optimistis impor bawang putih terus turun dalam tiga sampai empat tahun, dengan peluang mencapai nol.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang konsolidasi asuransi BUMN di bawah Indonesia Financial Group (IFG), kami menyoroti percepatan merger yang dikawal Danantara dan BP BUMN dengan target rampung penuh pada 2026. Fokus penataan itu mencakup penguatan permodalan, efisiensi operasional, tata kelola yang lebih transparan, serta perlindungan pemegang polis agar ekosistem industri keuangan pelat merah lebih sehat dan kompetitif.
Berita Hungary Terbaru
- Forex
- Crypto