PLN hadapi kendala pasokan batu bara kalori menengah, ESDM kaji dampak biaya tambang

PLN hadapi kendala pasokan batu bara kalori menengah, ESDM kaji dampak biaya tambang
PLN & ESDM soal batu bara

Pasokan batu bara kalori menengah untuk pembangkit listrik domestik sedang menjadi perhatian di tengah penurunan kualitas kalori produksi batu bara nasional. Kondisi ini menekan hari operasi pembangkit milik PT PLN (Persero) dan sekaligus memunculkan persoalan keekonomian bagi penambang yang masih terikat harga DMO.

Sorotan

  • PLN mengalami kendala pasokan batu bara kalori 5.200 kcal/kg GAR sehingga hari operasi pembangkit terpengaruh dan pemerintah mencari solusi.
  • Hanya sekitar 5% dari 31 miliar ton cadangan batu bara nasional memiliki kalori di atas 6.000 kcal/GAR, menaikkan risiko keberlanjutan industri.
  • Skema DMO U.S.$70 per ton dan kenaikan stripping ratio 8%-12% menyebabkan risiko perusahaan tambang menjual batu bara di bawah biaya produksi.

Tekanan pasokan dan struktur harga

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan ada kendala pada pasokan batu bara medium kalori 5.200 kcal/kg GAR yang memengaruhi hari operasi pembangkit PLN. Ia menyatakan pemerintah sedang mencari solusi, sementara aspek pasokan lain disebut tidak bermasalah.

Bahlil mengatakan kualitas kalori batu bara domestik cenderung semakin rendah dari waktu ke waktu. Kementerian ESDM juga mencatat hanya sekitar 5% cadangan batu bara nasional 31 miliar ton yang memiliki nilai kalori di atas 6.000 kcal/GAR, sehingga ketergantungan industri pada batu bara berkalori tinggi dinilai dapat mengancam keberlanjutan usaha.

Dari sisi regulasi niaga, harga jual batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik dalam negeri saat ini masih mengacu pada skema Domestic Market Obligation, atau DMO, sebesar U.S.$70 per ton. Ketentuan itu menjadi salah satu faktor yang membatasi ruang penyesuaian ketika karakteristik pasokan di lapangan berubah.

Dampak bagi penambang dan pasokan listrik

Di sisi lain, penambang menghadapi kenaikan ongkos produksi yang tercermin dari stripping ratio, atau SR, di kisaran 8% hingga 12%. Bahlil menilai beban operasional yang tinggi itu membuat harga jual yang terlalu rendah berisiko menekan keberlanjutan usaha pertambangan.

Menurut dia, pemerintah perlu menyeimbangkan kebutuhan pasokan listrik domestik dengan kelayakan usaha pelaku tambang agar perusahaan tidak menjual batu bara dalam kondisi merugi. Bagi sektor ketenagalistrikan, isu ini menunjukkan bahwa kecukupan pasokan tidak hanya ditentukan volume cadangan, tetapi juga kesesuaian spesifikasi kalori batu bara dengan kebutuhan operasional pembangkit.

Aturan baru blending batu bara lewat Permen ESDM No. 6 Tahun 2026 menjadi sorotan dalam laporan kami sebelumnya, yang mewajibkan persetujuan Menteri ESDM sebelum perusahaan dapat menghasilkan spesifikasi batu bara tertentu. Kami juga mengulas dampaknya pada operasional tambang, termasuk tambahan tahapan kepatuhan, kewajiban dokumen RKAB dan kontrak, serta pelaporan teknis kualitas untuk memperketat pengawasan mutu dan asal batu bara campuran.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.