Bank-bank Indonesia catat pertumbuhan wealth management di tengah tekanan ekonomi
Di tengah pelemahan rupiah dan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia, layanan wealth management perbankan di Indonesia terus mencatat pertumbuhan seiring meningkatnya permintaan nasabah affluent. Kondisi pasar yang tidak pasti mendorong bank memperkuat penawaran pengelolaan aset sebagai sumber pertumbuhan dana kelolaan dan laba berbasis komisi.
Sorotan
- Jumlah nasabah wealth management DBS Indonesia per Mei 2026 naik 73% yoy, AUM tumbuh 7% yoy, laba bersih melonjak 289% yoy.
- AUM layanan wealth management Maybank Indonesia hingga Mei 2026 meningkat 12% yoy, didorong oleh strategi diversifikasi portofolio di tengah volatilitas pasar.
- Kenaikan BI Rate pada 2026 meningkatkan risiko pasar bagi nasabah eksisting, sehingga permintaan layanan wealth management perbankan semakin besar.
Pertumbuhan nasabah dan dana kelolaan
KONTAN melaporkan, ketidakpastian ekonomi global justru membuka ruang bagi bisnis wealth management bank ketika penyaluran kredit berlangsung lebih hati-hati. Ekonom Myrdal Gunarto menilai produk pengelolaan kekayaan menjadi alternatif yang semakin diminati, terutama oleh masyarakat kelas atas yang ingin menjaga nilai asetnya di tengah gejolak ekonomi.Menurut Myrdal, nasabah affluent cenderung meminta bantuan bank untuk mempertahankan pertumbuhan dana mereka melalui layanan wealth management. Ia mengatakan kehati-hatian bank dalam menyalurkan pinjaman di tengah iklim global yang kurang kondusif membuat produk berbasis wealth management makin relevan.
PT Bank DBS Indonesia menjadi salah satu bank yang menonjol di segmen ini. Consumer Banking Director DBS Indonesia Melfrida Gultom mencatat jumlah nasabah wealth management pada Mei 2026 naik 73% secara tahunan, sementara total asset under management tumbuh 7% yoy dan laba bersih dari layanan ini melonjak 289% yoy.
Melfrida mengatakan DBS Indonesia mengandalkan analisis dan data terbaru untuk membantu nasabah menentukan langkah terbaik dalam menumbuhkan kekayaan. Menurutnya, pendekatan berbasis insight menjadi kekuatan utama bank dalam menjalankan bisnis ini.
Diversifikasi jadi kunci di tengah gejolak pasar
PT Bank Maybank Indonesia Tbk juga menyatakan layanan wealth managementnya tumbuh positif menjelang pertengahan 2026. Community Financial Services Director Maybank Indonesia Bianto Surodjo mengatakan AUM layanan wealth management bank itu hingga Mei 2026 tumbuh 12% yoy.Bianto menilai diversifikasi portofolio menjadi kunci utama pertumbuhan bisnis ini di tengah kondisi pasar saat ini. Karena itu, Maybank Indonesia berupaya menghadirkan beragam produk dengan imbal hasil yang baik serta memastikan para manajer investasinya terlatih untuk mengarahkan nasabah pada pilihan investasi yang sesuai.
Ia mengatakan gejolak pasar pada tahun ini memang menjadi tantangan bagi bisnis wealth management, namun pada saat yang sama juga membuka peluang bagi nasabah. Kenaikan BI Rate, menurut Bianto, turut meningkatkan risiko pasar terutama bagi nasabah yang telah memiliki portofolio, sehingga kebutuhan terhadap layanan wealth management perbankan semakin besar.
Ekspansi bisnis wealth management DBS Indonesia sebelumnya kami bahas, dengan catatan AUM tumbuh 7% yoy hingga Mei 2026 seiring peningkatan akuisisi nasabah baru sebesar 73%. Dalam laporan itu, DBS menekankan strategi berbasis analisis data investasi dan dukungan jaringan global DBS Group untuk memperkuat layanan serta menangkap peluang pertumbuhan segmen nasabah wealth.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto