BBCA dipertahankan buy saat saham turun, dana murah menopang prospek laba

BBCA dipertahankan buy saat saham turun, dana murah menopang prospek laba
BBCA tetap buy, prospek kuat

Tekanan pada saham bank-bank berkapitalisasi besar mendorong BBCA ditutup turun 3,19% ke Rp 6.075 per saham pada Kamis, 18 Juni 2026. Di tengah pelemahan itu, BBCA masih dinilai sebagai salah satu bank terkuat di Indonesia berkat basis pendanaan murah yang stabil, likuiditas yang kuat, dan ketahanan pendapatan berbasis komisi.

Sorotan

  • Maybank Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk BBCA dengan target harga Rp 8.800, mengandalkan struktur pendanaan murah dan pertumbuhan laba konsisten.
  • Laba bersih BBCA Januari–Mei 2026 naik 2,1% menjadi Rp 25,7 triliun didukung pendapatan non-bunga tumbuh 10,1% dan cost of credit tetap rendah 0,3%.
  • Penyaluran kredit tumbuh 4,9% yoy ke Rp 969 triliun, dana pihak ketiga naik 8,8% ke Rp 1.257 triliun, dan rasio CASA tinggi di 85,1% menopang fleksibilitas ekspansi.

Rekomendasi analis dan kinerja lima bulan

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, analis Maybank Sekuritas Jeffrosenberg Chenlim dalam riset tertanggal 18 Juni 2026 tetap mempertahankan rekomendasi buy untuk PT Bank Central Asia Tbk dengan target harga Rp 8.800 per saham. Target itu didasarkan pada valuasi 3,5 kali price-to-book value proyeksi tahun fiskal 2026, dengan dukungan ekspektasi pertumbuhan laba yang konsisten.

Jeffrosenberg menilai kekuatan utama BCA berada pada struktur pendanaan murah atau low-cost funding, pendapatan berbasis biaya yang tangguh, serta posisi likuiditas yang sangat nyaman. Namun ia juga mengingatkan adanya risiko penurunan, terutama dari potensi melemahnya kualitas aset kredit konsumen dan kenaikan biaya operasional yang lebih tinggi dari perkiraan.

Pada periode Januari hingga Mei 2026, laba bersih bank only BBCA mencapai Rp 25,7 triliun, naik 2,1% secara tahunan. Kenaikan ini ditopang pertumbuhan pendapatan non-bunga 10,1% menjadi Rp 13 triliun, sementara pendapatan bunga bersih turun tipis 0,5% menjadi Rp 33 triliun; laba operasional sebelum pencadangan tetap naik 2,0% menjadi Rp 32,6 triliun, dan beban pencadangan turun 13,6% sehingga cost of credit bertahan rendah di 0,3%.

Keunggulan pendanaan dan ruang ekspansi

Penyaluran kredit BCA mencapai Rp 969 triliun dalam lima bulan pertama 2026, tumbuh 4,9% secara tahunan. Pertumbuhan yang moderat ini dinilai mencerminkan strategi kehati-hatian perseroan dalam menjaga kualitas aset, bukan karena keterbatasan kapasitas penyaluran pinjaman.

Dana pihak ketiga naik 8,8% menjadi Rp 1.257 triliun, ditopang pertumbuhan giro 16,8% dan tabungan 7,8%, sementara deposito berjangka turun 3,9%. Kondisi ini menjaga rasio dana murah atau CASA tetap tinggi di 85,1% dan loan-to-deposit ratio rendah di 77,1%, memberi BCA fleksibilitas untuk menahan biaya dana sekaligus membuka ruang percepatan ekspansi kredit bila permintaan membaik.

Maybank Sekuritas memperkirakan margin bunga bersih BBCA membaik bertahap seiring kenaikan imbal hasil instrumen seperti SRBI dan obligasi. Dalam lima bulan 2026, NIM BCA berada di 5,6%, turun dari 5,8% setahun sebelumnya, namun membaik secara bulanan menjadi 5,7% pada Mei dari 5,5% pada April.

Profitabilitas bank juga tetap kuat, dengan return on equity 21,6% dan return on assets 3,7%, meski sedikit melandai dari basis tahun sebelumnya. Hingga akhir 2026, Jeffrosenberg memperkirakan laba bersih BBCA mencapai Rp 59,9 triliun, lalu meningkat lagi menjadi Rp 66,53 triliun pada 2027.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang pertumbuhan kredit perbankan Indonesia hingga Mei 2026, kami mencatat kredit industri naik 11,51% YoY dengan dorongan utama dari kredit investasi, sementara kredit konsumsi melambat. Kami juga menyoroti kesenjangan laju pertumbuhan antarbank—di mana sejumlah bank swasta, termasuk Bank Central Asia, tumbuh lebih moderat karena lebih selektif menjaga kualitas aset dan menempatkan likuiditas pada instrumen berisiko rendah.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.