DPR RI janji hapus status tersangka 16 mahasiswa Trisakti di Jakarta

DPR RI janji hapus status tersangka 16 mahasiswa Trisakti di Jakarta
DPR hapus status Trisakti

Aksi mahasiswa di kompleks parlemen Jakarta mendorong DPR RI menjanjikan penyelesaian perkara hukum yang menjerat 16 mahasiswa Universitas Trisakti. Komitmen itu disampaikan di tengah rangkaian tuntutan yang lebih luas, mencakup evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, kelangkaan BBM bersubsidi, stabilitas ekonomi, dan supremasi sipil.

Sorotan

  • Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menyatakan status tersangka 16 mahasiswa Trisakti yang terjerat kasus kericuhan pada 2025 akan dihapus dalam satu minggu.
  • DPR RI telah mempertemukan perwakilan mahasiswa dengan Badan Gizi Nasional untuk mengevaluasi Program Makan Bergizi Gratis sebagai respons atas tuntutan aksi.
  • Terkait kelangkaan BBM bersubsidi, DPR RI menyatakan telah berkomunikasi dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia agar masalah segera ditangani.

Komitmen DPR atas kasus mahasiswa Trisakti

Seperti diberitakan Kompas.com, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menyatakan Ketua Komisi III DPR RI telah berkomunikasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti status hukum 16 mahasiswa Trisakti yang terseret kasus kericuhan saat demonstrasi di Balai Kota Jakarta pada 2025. Di hadapan massa aksi di kawasan DPR RI, Jakarta Pusat, pada Jumat, 19 Juni 2026, ia mengatakan dalam satu minggu ke depan status tersangka para mahasiswa tersebut diharapkan dihapus seluruhnya.

Pernyataan itu mendapat sambutan tepuk tangan dan sorak dari mahasiswa yang sejak siang berunjuk rasa di depan kompleks parlemen. Kasus 16 mahasiswa Trisakti menjadi salah satu isu utama yang diangkat dalam dialog antara pimpinan DPR dan peserta aksi.

Dampak tuntutan terhadap agenda kebijakan

Selain perkara hukum mahasiswa Trisakti, DPR juga merespons tuntutan lain yang disampaikan demonstran. Isu yang dibahas meliputi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis, kelangkaan bahan bakar minyak bersubsidi, stabilitas ekonomi, hingga supremasi sipil.

Saan mengatakan DPR telah mempertemukan perwakilan mahasiswa dengan Badan Gizi Nasional untuk membahas evaluasi Program Makan Bergizi Gratis. Terkait kelangkaan BBM bersubsidi, DPR menyatakan sudah berkomunikasi langsung dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia agar persoalan itu segera ditangani.

Aksi ini diikuti mahasiswa Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana, Universitas Esa Unggul, serta HMI MPO dengan membawa tuntutan bertajuk Tritura Kembali. Demonstrasi berakhir sekitar pukul 20.10 WIB setelah perwakilan DPR menemui massa dan menyampaikan hasil komunikasi dengan sejumlah kementerian serta lembaga terkait.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang audiensi DPR dengan perwakilan mahasiswa pada 19 Juni 2026, kami menyoroti komitmen DPR untuk meneruskan dan mengawal tuntutan terkait kelangkaan BBM bersubsidi, kenaikan harga Pertamax, serta evaluasi Program Makan Bergizi Gratis. Laporan itu juga mencatat koordinasi Komisi III DPR dengan pihak terkait untuk mempercepat kejelasan proses hukum 16 mahasiswa Universitas Trisakti yang masih berstatus tersangka.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.