DPR RI terima perwakilan mahasiswa di tengah aksi tuntutan ekonomi dan supremasi sipil
Puluhan perwakilan mahasiswa dari empat kelompok memasuki kompleks DPR/MPR RI di Jakarta Pusat pada Jumat, 19 Juni 2026, untuk bertemu pimpinan parlemen setelah berunjuk rasa di depan gerbang utama. Pertemuan itu berlangsung di tengah aksi yang membawa tuntutan pemulihan ekonomi dan politik nasional, pemberantasan inkompetensi pejabat publik, serta pengembalian supremasi sipil.
Sorotan
- Perwakilan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam, Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana, dan Universitas Esa Unggul memasuki kompleks DPR RI pada pukul 17.54 WIB dalam tiga gelombang.
- Aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR RI Jumat sore dilatarbelakangi tuntutan ekonomi, pemberantasan inkompetensi pejabat publik, serta pengembalian supremasi sipil.
- Mahasiswa Universitas Trisakti mengusung konsep 'Tritura Kembali', sedangkan Universitas Esa Unggul menyoroti empat tuntutan utama pada aksi yang sama.
Proses masuk dan agenda pertemuan
Seperti dilaporkan Kompas.com, perwakilan mahasiswa mulai memasuki kompleks parlemen sekitar pukul 17.54 WIB melalui pintu kecil di samping gerbang utama DPR/MPR RI dan bergerak secara bertahap dalam tiga gelombang. Kelompok yang masuk berasal dari Himpunan Mahasiswa Islam, Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana, dan Universitas Esa Unggul.Setelah tiba di halaman utama gedung DPR RI, para mahasiswa sempat diminta menggunakan mobil Pengamanan Dalam DPR RI untuk menuju lokasi pertemuan karena jaraknya dinilai cukup jauh dari gerbang utama. Namun tawaran itu ditolak karena kapasitas kendaraan terbatas dan harus dipakai bergantian, sehingga para mahasiswa memilih berjalan kaki bersama menuju Gedung Nusantara, atau gedung kura-kura DPR RI.
Tuntutan aksi dan konteks politik
Sebelumnya, mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI pada Jumat sore. Massa aksi berasal dari beberapa kampus dan organisasi mahasiswa, termasuk Universitas Trisakti, Universitas Esa Unggul, Himpunan Mahasiswa Islam, dan Universitas Mercu Buana.Mahasiswa Universitas Trisakti membawa konsep "Tritura Kembali" atau Tiga Tuntutan Rakyat. Menteri Luar Negeri Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti, Arief, mengatakan tuntutan utama mereka meliputi pemulihan ekonomi dan politik nasional, pemberantasan inkompetensi pejabat publik, serta pengembalian supremasi sipil, sementara mahasiswa Universitas Esa Unggul juga menyampaikan empat tuntutan utama dalam aksi yang sama.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR RI pada 19 Juni 2026, kami mengulas rangkaian tuntutan yang menyoroti tekanan ekonomi, evaluasi kebijakan publik, serta isu supremasi sipil. Sorotan utamanya mencakup desakan penurunan harga bahan pokok dan BBM, evaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penolakan langkah-langkah yang dinilai mempersempit ruang sipil.
Berita Citizen Rights Terbaru
- Forex
- Crypto