Zurich Syariah siapkan strategi distribusi dan layanan untuk dorong pasar asuransi syariah

Zurich Syariah siapkan strategi distribusi dan layanan untuk dorong pasar asuransi syariah
Strategi baru Zurich Syariah

Di tengah penetrasi asuransi syariah yang masih rendah, PT Zurich General Takaful Indonesia menyiapkan serangkaian langkah untuk memperluas pasar dan menopang kinerja pada 2026. Perusahaan juga menilai peningkatan aktivitas ekonomi serta kolaborasi dengan ekosistem syariah membuka ruang pertumbuhan, meski dinamika ekonomi global dan cuaca ekstrem tetap menjadi tantangan.

Sorotan

  • Zurich General Takaful Indonesia menargetkan fokus pada pengembangan produk relevan, penguatan distribusi, dan peningkatan layanan klaim untuk mendorong pasar asuransi syariah pada 2026.
  • Perusahaan memanfaatkan rendahnya penetrasi asuransi syariah, pertumbuhan ekonomi, dan kolaborasi dengan institusi keuangan syariah untuk memperluas pasar sambil mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan.
  • Per Mei 2026, Zurich Syariah membukukan total kontribusi Rp304,91 miliar, klaim Rp79,37 miliar, hasil investasi Rp45,95 miliar, dan laba setelah pajak Rp30,32 miliar.

Fokus strategi bisnis pada 2026

Kepada KONTAN, Presiden Direktur PT Zurich General Takaful Indonesia Hilman Simanjuntak mengatakan perseroan akan berfokus pada layanan yang berorientasi kepada peserta, termasuk pengembangan produk yang relevan, penguatan distribusi, dan peningkatan kualitas layanan klaim.

Selain itu, perusahaan juga mendorong edukasi pasar mengenai nilai dan manfaat asuransi syariah. Zurich Syariah menempatkan prinsip kehati-hatian, tata kelola syariah, dan keberlanjutan jangka panjang sebagai prioritas utama agar pertumbuhan yang dicapai tetap sehat dan memberi manfaat nyata bagi peserta.

Hilman mengatakan peluang pertumbuhan industri asuransi syariah pada 2026 masih cukup besar. Menurut dia, kondisi itu ditopang oleh rendahnya penetrasi asuransi syariah dan meningkatnya aktivitas ekonomi, serta peluang kolaborasi strategis dengan organisasi keagamaan dan institusi keuangan syariah untuk memperluas penetrasi pasar.

Tantangan industri dan posisi keuangan

Di sisi lain, Zurich Syariah melihat sejumlah hambatan yang dapat menekan kinerja pada 2026. Tantangan tersebut antara lain dinamika ekonomi global dan cuaca ekstrem yang berisiko berdampak pada infrastruktur, sehingga perusahaan berkomitmen mengedepankan manajemen risiko yang andal, kecepatan layanan, dan transparansi untuk memenuhi harapan peserta.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs resminya, Zurich Syariah mencatat total kontribusi Rp304,91 miliar per Mei 2026. Pada periode yang sama, klaim tercatat Rp79,37 miliar, hasil investasi Rp45,95 miliar, dan laba setelah pajak mencapai Rp30,32 miliar.

Kewajiban spin off Unit Usaha Syariah (UUS) asuransi hingga akhir 2026 menjadi sorotan dalam laporan kami sebelumnya karena dinilai akan memperkuat struktur industri asuransi syariah dan membuat persaingan lebih dinamis. Kami juga mengulas pandangan Zurich Syariah bahwa pemisahan UUS dapat mendorong inovasi produk, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan tata kelola dan kehati-hatian, seiring OJK mencatat puluhan perusahaan masuk proses pemisahan atau perubahan rencana kerja.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.