KPR subsidi tetap berbunga 5% saat BI Rate naik di Indonesia

KPR subsidi tetap berbunga 5% saat BI Rate naik di Indonesia
KPR subsidi tetap 5%

Di tengah pengetatan kebijakan moneter, pemerintah memastikan cicilan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah tetap dijaga melalui skema subsidi. Bunga KPR subsidi dipertahankan 5 persen flat hingga akhir tenor, meski BI Rate naik menjadi 5,75 persen pada Juni 2026.

Sorotan

  • Bunga KPR subsidi FLPP tetap 5 persen flat hingga akhir tenor meskipun BI Rate naik menjadi 5,75 persen pada Juni 2026.
  • Pemerintah menargetkan penyaluran FLPP mencapai 350.000 unit rumah pada 2026, dengan realisasi saat ini baru 78.277 unit atau 22,36 persen dari target.
  • Strategi percepatan proyek Rumah Susun Meikarta melibatkan serah terima aset hibah, uji tuntas lahan Danantara, dan penunjukan BUMN eksekutor.

Skema FLPP dan target penyaluran 2026

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menegaskan bunga Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan, FLPP, tetap berada di level 5 persen untuk menjaga keterjangkauan angsuran rumah. Ia menyatakan kebijakan itu menjadi bentuk intervensi pemerintah agar akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah tidak tergerus oleh kenaikan suku bunga acuan.

Maruarar juga mengatakan suku bunga KPR subsidi tetap sebesar 5 persen flat hingga masa angsuran berakhir. Menurut dia, skema tenor KPR FLPP hingga 40 tahun yang didorong atas instruksi Presiden Prabowo Subianto telah dikaji secara mendalam dan siap diimplementasikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada tahun anggaran 2026, target penyaluran FLPP tercatat sebesar 350.000 unit. Realisasi sejauh ini mencapai 78.277 unit rumah, atau sekitar 22,36 persen dari target tahunan tersebut.

Dampak kenaikan BI Rate dan agenda perumahan lain

Bank Indonesia baru saja menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur edisi Juni 2026. Otoritas moneter itu juga menaikkan bunga deposit facility menjadi 4,75 persen dan bunga lending facility sebesar 25 basis poin menjadi 6,5 persen.

Bank Indonesia menilai langkah pengetatan tersebut penting untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian pasar global. Kebijakan itu juga ditujukan sebagai langkah antisipatif agar inflasi pada 2026 dan 2027 tetap terkendali dalam kisaran 2,5 plus minus 1 persen sesuai target pemerintah.

Di luar kebijakan pembiayaan subsidi, Maruarar turut menyoroti progres penyelesaian proyek Rumah Susun Meikarta. Pemerintah bersama Danantara Indonesia kini merumuskan langkah strategis yang mencakup serah terima aset hibah, percepatan uji tuntas keabsahan tanah oleh Danantara, serta penunjukan BUMN yang akan menjalankan eksekusi proyek.

Perluasan definisi MBR dalam Program 3 Juta Rumah menjadi sorotan dalam artikel kami sebelumnya, termasuk perubahan pembagian wilayah dari dua menjadi empat zona serta kenaikan batas penghasilan agar lebih banyak keluarga memenuhi syarat. Kami juga menyoroti pelonggaran aturan domisili, sehingga pembelian rumah lintas wilayah tetap dapat memanfaatkan fasilitas keringanan seperti pembebasan PBG dan BPHTB untuk menekan biaya kepemilikan rumah bagi kelompok berpenghasilan rendah.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.