Danantara percepat perampingan BUMN, 300 entitas lagi segera dikonsolidasikan

Danantara percepat perampingan BUMN, 300 entitas lagi segera dikonsolidasikan
300 BUMN segera dikonsolidasi

Pemerintah mendorong restrukturisasi BUMN untuk menekan struktur usaha yang dinilai terlalu gemuk dan meningkatkan efisiensi pengelolaan aset negara. Dalam proses itu, BPI Danantara menargetkan integrasi keuangan dan bisnis berjalan sesuai tenggat sambil memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Sorotan

  • Danantara melaporkan telah mengonsolidasikan 258 dari 1.077 entitas BUMN dan menargetkan 300 entitas lagi segera dikonsolidasikan.
  • Pemerintah menempatkan konsolidasi satu pintu di bawah Danantara untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, dan memperbesar daya saing BUMN.
  • Peran Danantara sebagai sovereign wealth fund dan pengelola investasi semakin sentral sehingga restrukturisasi BUMN mempercepat efisiensi operasional dan penguatan portofolio bisnis negara.

Rencana konsolidasi dan target restrukturisasi

Seperti dikutip dari keterangan yang disampaikan Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga menjabat CEO BPI Danantara, pembahasan percepatan transformasi BUMN dan penguatan sektor penggerak ekonomi nasional berlangsung dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara pada Senin, 22 Juni 2026.

Dalam pertemuan itu, Danantara melaporkan langkah restrukturisasi dan perampingan BUMN yang sedang dimatangkan untuk menyelaraskan integrasi keuangan dan bisnis. Pemerintah menempatkan konsolidasi satu pintu di bawah Danantara sebagai prioritas agar portofolio bisnis negara lebih bernilai komersial dan tata kelola yang tumpang tindih dapat dikurangi.

Rosan mengatakan dari total 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan dan sekitar 300 entitas lainnya segera menyusul. Menurut dia, langkah itu ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, dan memperbesar daya saing BUMN.

Dampak bagi tata kelola dan daya saing

Perampingan ini mencerminkan upaya pemerintah mengurangi beban struktur anak dan cucu usaha BUMN yang dinilai kurang produktif. Dengan merger dan penyederhanaan korporasi, struktur holding BUMN diharapkan menjadi lebih sehat dan lebih luwes untuk bersaing di tingkat global.

Bagi sektor investasi negara, peran Danantara menjadi semakin sentral karena lembaga itu berfungsi sebagai sovereign wealth fund sekaligus pengelola investasi yang mengoordinasikan portofolio bisnis milik negara. Jika target konsolidasi berikutnya tercapai, pemerintah berpotensi mempercepat pembenahan efisiensi operasional dan memperkuat basis komersial BUMN di berbagai sektor.

Dalam liputan kami sebelumnya tentang konsolidasi BUMN dan optimalisasi pengelolaan aset negara, kami membahas agenda pemerintah memangkas struktur dari 1.077 entitas dengan capaian 258 entitas yang sudah dikonsolidasikan dan target mendekati 300 entitas dalam waktu dekat. Artikel tersebut menekankan bahwa konsolidasi diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, serta memaksimalkan aset negara sebagai pendorong pertumbuhan, termasuk lewat pengembangan pariwisata, event olahraga, konser musik, dan industri kreatif.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.