Kemenkes bantah tuduhan mark-up alkes RSUD Krui, nilai dukungan capai Rp56,7 miliar
Polemik anggaran pengadaan alat kesehatan di RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Pesisir Barat, Lampung, mendorong Kementerian Kesehatan memberi penjelasan rinci soal cakupan belanja yang dipersoalkan. Nilai yang ramai disebut Rp30 miliar disebut bukan khusus untuk layanan hemodialisis, melainkan bagian dari paket dukungan alat kesehatan yang lebih luas untuk rumah sakit daerah.
Sorotan
- Kemenkes membantah tuduhan mark-up anggaran layanan hemodialisis RSUD Krui, menegaskan nilai Rp31,7 miliar merupakan bantuan alat kesehatan canggih untuk RSUD Krui pada 2024.
- Seluruh RSUD Quick Win SIHREN menerima alat kesehatan mendasar senilai Rp20 miliar–Rp30 miliar, termasuk RSUD Krui yang mendapatkan sekitar Rp25 miliar pada 2025 dan 2026.
- Total dukungan alat kesehatan untuk RSUD Krui mencapai Rp56,7 miliar guna memperkuat layanan rumah sakit dan meningkatkan akses kesehatan masyarakat Pesisir Barat.
Rincian anggaran dan cakupan pengadaan
Seperti dilaporkan Kompas.com, Kementerian Kesehatan menyatakan tuduhan penggelembungan anggaran pengadaan layanan hemodialisis di RSUD Krui tidak tepat. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan nilai lebih dari Rp30 miliar merupakan dukungan alat kesehatan canggih untuk masing-masing dari 66 RSUD yang masuk Program Hasil Cepat Terbaik, atau Quick Win, melalui SIHREN.Menurut Aji, RSUD Krui menerima bantuan sekitar Rp31,7 miliar pada tahun ini untuk pengadaan alat kesehatan canggih, termasuk cathlab, CT scan 64 slice, echocardiography, mammography, dan peralatan lain. Ia menegaskan angka tersebut tidak hanya dialokasikan untuk layanan HD atau cuci darah.
Kemenkes juga menyebut setiap RSUD memperoleh bantuan alat kesehatan mendasar di kisaran Rp20 miliar hingga Rp30 miliar. Untuk RSUD Krui, nilainya sekitar Rp25 miliar pada tahun anggaran 2025 dan 2026, mencakup antara lain bed patient, defibrillator, mesin anestesi, patient monitor, syringe pump, USG, ventilator, mobile X-Ray, operating lamp, operating table, plasma sterilizer, dan alat penunjang kegawatdaruratan serta ruang operasi.
Dampak layanan kesehatan di Pesisir Barat
Dengan penambahan alat kesehatan canggih dan mendasar itu, total dukungan untuk RSUD Krui mencapai sekitar Rp56,7 miliar. Kemenkes menyatakan bantuan tersebut ditujukan untuk memperkuat kapasitas layanan rumah sakit daerah, bukan semata untuk satu jenis layanan tertentu.Kementerian berharap pengadaan ini meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat di Pesisir Barat. Dengan kapasitas yang lebih lengkap di RSUD Krui, warga diharapkan dapat memperoleh penanganan medis lebih dekat dari domisili mereka dan mengurangi kebutuhan rujukan ke luar daerah.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan angka pengadaan Rp30 miliar saat berdialog dengan Presiden Prabowo Subianto pada peresmian RSUD tersebut pekan lalu. Kemenkes kini menegaskan bahwa nilai itu merujuk pada total alat kesehatan dalam skema program untuk 66 RSUD, bukan belanja tunggal layanan hemodialisis di RSUD Krui.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang peluncuran fitur Perdana di Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD), kami membahas langkah Kementerian Keuangan memperketat pengawasan alokasi Transfer ke Daerah agar lebih efisien, terukur, dan tepat sasaran. Fitur ini memungkinkan pemetaan kebutuhan pendanaan dan prioritas kegiatan sejak tahap perencanaan, serta evaluasi serapan dana berbasis hasil dengan menelusuri kontribusi tiap rupiah terhadap output dan lokasi proyek.
Berita Retirement Policies Terbaru
- Forex
- Crypto