Bank Indonesia catat suku bunga dasar kredit perbankan turun ke 8,62% pada April 2026
Perbaikan likuiditas perbankan mendorong penurunan suku bunga dasar kredit pada April 2026 di tengah pertumbuhan penyaluran kredit yang terus menguat. Namun, ruang penurunan bunga kredit mulai menyempit karena kenaikan biaya operasional masih menahan langkah bank untuk memangkas bunga lebih dalam.
Sorotan
- Bank Indonesia mencatat suku bunga dasar kredit turun tipis ke 8,62% pada April 2026 dari 8,63% di Maret 2026.
- Pertumbuhan kredit perbankan mencapai 9,98% secara tahunan pada April 2026, naik dari 9,49% secara tahunan di Maret 2026.
- Ruang penurunan bunga kredit semakin terbatas akibat naiknya biaya operasional dan potensi tekanan likuiditas serta pendanaan di masa depan.
Pergerakan suku bunga dan likuiditas April 2026
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, Bank Indonesia mencatat suku bunga dasar kredit industri perbankan pada April 2026 berada di level 8,62%, turun tipis dari 8,63% pada Maret 2026. Penurunan ini berlangsung bersamaan dengan akselerasi pertumbuhan kredit, yang mencapai 9,98% secara tahunan hingga April 2026, lebih tinggi dibandingkan 9,49% secara tahunan pada Maret 2026.Bank Indonesia menilai kondisi tersebut menunjukkan bunga kredit masih cukup kompetitif untuk menopang permintaan pembiayaan dan memperkuat fungsi intermediasi perbankan. Dalam laporannya, BI menyatakan berlanjutnya penurunan biaya dana memberi ruang bagi perbankan untuk menjaga suku bunga kredit pada level yang mendukung pertumbuhan kredit, meski ruang penurunan suku bunga dasar kredit kini menjadi lebih terbatas akibat meningkatnya biaya operasional.
Secara umum, penurunan suku bunga dasar kredit mencerminkan berlanjutnya transmisi penurunan biaya pendanaan ke bunga kredit. Meski begitu, penyesuaian bunga antar kelompok bank tetap bervariasi karena dipengaruhi kondisi likuiditas, struktur pendanaan, strategi bisnis, dan persepsi risiko masing-masing bank.
Dampak bagi kelompok bank dan prospek industri
Pada kelompok bank BUMN, suku bunga dasar kredit turun menjadi 8,78% pada April 2026 dari 8,80% pada Maret 2026. Bank Umum Swasta Nasional juga mencatat penurunan menjadi 8,43% dari 8,47%, sementara Bank Pembangunan Daerah justru menaikkan suku bunga dasar kredit menjadi 9,09% dari 8,95%, dan Kantor Cabang Bank Asing naik menjadi 5,19% dari 5,13%.BI menjelaskan bank dengan biaya dana lebih rendah dan likuiditas yang memadai cenderung memiliki ruang lebih besar untuk mempertahankan atau menurunkan bunga kredit demi menjaga daya saing. Sebaliknya, bank yang menghadapi tekanan biaya pendanaan dan biaya operasional lebih tinggi cenderung menyesuaikan bunga kredit ke atas.
Ke depan, BI mengingatkan perkembangan likuiditas domestik, dinamika penghimpunan dana pihak ketiga, serta ketidakpastian pasar keuangan global masih perlu dicermati karena dapat memengaruhi biaya pendanaan dan arah suku bunga kredit perbankan. Dengan kondisi itu, ruang penurunan bunga kredit diperkirakan semakin terbatas meskipun pertumbuhan kredit masih menunjukkan tren positif.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pengetatan likuiditas perbankan pada April 2026, kami menyoroti kenaikan loan to deposit ratio (LDR) menjadi 86,8% seiring perlambatan pertumbuhan dana pihak ketiga dan meningkatnya arus dana keluar di tengah gejolak global. Kami juga mengulas bagaimana kenaikan BI Rate mendorong persaingan penghimpunan dana dan menaikkan cost of fund, sehingga bank cenderung memperkuat dana murah (CASA) serta menyalurkan kredit lebih selektif untuk menjaga margin dan likuiditas.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto