Samir andalkan 11 lender institusi untuk perkuat pendanaan pembiayaan UMKM

Samir andalkan 11 lender institusi untuk perkuat pendanaan pembiayaan UMKM
Samir andalkan 11 lender

Di tengah upaya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM, PT Sahabat Mikro Fintek atau Samir mengandalkan 11 lender institusi untuk menopang pendanaan perusahaan. Tiga di antaranya berasal dari industri perbankan, yang dinilai penting untuk menjaga likuiditas dan mendukung pembiayaan yang lebih stabil serta inklusif.

Sorotan

  • Samir menggandeng 11 lender institusi, termasuk PT Bank Neo Commerce Tbk, PT Super Bank Indonesia Tbk, dan PT Bank Sahabat Sampoerna, guna memperkuat pendanaan pembiayaan UMKM.
  • Kolaborasi lintas lembaga keuangan difokuskan untuk menjaga likuiditas, memperluas pembiayaan inklusif, dan mendukung strategi maksimalisasi laba Samir di 2026.
  • Samir menyalurkan pembiayaan Rp1,5 triliun selama Januari–April 2026, setara 50% dari total Rp2,9 triliun sepanjang 2025, dengan pengawasan ketat kualitas portofolio.

Kolaborasi pendanaan dan strategi likuiditas

KONTAN melaporkan, Direktur Utama Samir Handy Juniandri mengatakan tiga dari 11 lender institusi tersebut berasal dari sektor perbankan, yakni PT Bank Neo Commerce Tbk, PT Super Bank Indonesia Tbk, dan PT Bank Sahabat Sampoerna. Dalam keterangan resmi pada Senin (22/6/26), ia menyebut kolaborasi lintas lembaga keuangan itu diarahkan untuk menciptakan pembiayaan yang lebih inklusif, stabil, efisien, dan mampu mendukung perekonomian masyarakat serta pelaku UMKM.

Handy sebelumnya juga menyampaikan bahwa penguatan kerja sama dengan lembaga keuangan menjadi salah satu strategi perusahaan untuk memaksimalkan laba. Saat ditemui di Kantor Kontan pada Selasa (9/6/26), ia menegaskan dukungan dari lembaga keuangan menjadi fondasi penting bagi Samir dalam menjaga ketersediaan likuiditas untuk mendorong penyaluran pembiayaan kepada nasabah.

Pertumbuhan pembiayaan dan kualitas portofolio

Di sisi operasional, Samir menyatakan terus menjaga kualitas portofolio melalui proses credit scoring yang ketat. Penilaian itu mencakup berbagai aspek, mulai dari usia, pendapatan, hingga kemampuan bayar calon peminjam, disertai pengawasan berkelanjutan terhadap portofolio pembiayaan untuk menjaga kualitas aset.

Kinerja penyaluran pembiayaan perusahaan juga terus bertumbuh pada 2026. Sepanjang empat bulan pertama 2026, Samir mencatat penyaluran pembiayaan sebesar Rp1,5 triliun, setara sekitar 50% dari total pembiayaan sepanjang 2025 yang mencapai Rp2,9 triliun.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pertumbuhan kredit UMKM per Mei 2026, kami mengulas bahwa laju penyaluran masih tipis dan belum mendekati target OJK 7%–9%, meski mulai terlihat perbaikan dibanding bulan sebelumnya. Kami juga menyoroti akselerasi di segmen usaha menengah dan kredit investasi, sementara kredit modal kerja serta segmen usaha kecil masih tertahan, sehingga peran perbankan dan strategi penyaluran pembiayaan menjadi kunci pemulihan sektor produktif.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.