Pasar saham Indonesia berada di bawah tekanan pada penutupan sesi I perdagangan Rabu, saat Indeks Harga Saham Gabungan turun ke level 6.002. Pergerakan ini terjadi di tengah hasil pengumuman MSCI terhadap pasar modal Indonesia, dengan mayoritas sektor mencatat pelemahan.
Sorotan
- IHSG melemah 1,62 persen ke level 6.002 pada penutupan sesi I Rabu, 24 Juni 2026, dibayangi tekanan hampir di seluruh sektor.
- Volume perdagangan mencapai 11,17 miliar lembar dengan transaksi Rp6,7 triliun; sektor barang baku memimpin koreksi sebesar 3,45 persen.
- Hanya sektor teknologi yang menguat 0,25 persen atau 16,05 poin, menandakan minat beli masih bertahan di tengah pelemahan pasar luas.
Pergerakan indeks dan tekanan sektoral
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG melemah 1,62 persen ke level 6.002 pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (24/6/2026). Sepanjang paruh pertama perdagangan, indeks bergerak di kisaran 5.993 hingga 6.171.Volume perdagangan hingga siang mencapai 11,17 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp6,7 triliun. Sebanyak 207 saham menguat, 457 saham melemah, dan 295 saham stagnan, sementara kapitalisasi pasar tercatat Rp10.524 triliun.
Dari 11 sektor yang tercatat, hanya sektor teknologi yang bertahan di zona positif. Sektor barang baku memimpin penurunan setelah terkoreksi 3,45 persen atau 57,06 poin, disusul sektor energi yang merosot 2,86 persen atau 82,7 poin.
Sektor infrastruktur melemah 2,22 persen, sektor kesehatan turun 1,1 persen, dan sektor transportasi terkoreksi 1 persen. Sektor non-primer turun 1,28 persen, sektor keuangan melemah 0,83 persen, sektor primer turun 0,84 persen, sektor properti terkoreksi 0,58 persen, dan sektor perindustrian turun 0,57 persen.
Minat beli teknologi di tengah pelemahan pasar
Di tengah dominasi tekanan pada pasar, sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang mencatat penguatan. Indeks sektor teknologi naik 0,25 persen atau 16,05 poin, menunjukkan masih ada minat beli investor pada sejumlah saham teknologi saat sektor lain melemah.Pelemahan luas di hampir seluruh sektor menunjukkan sentimen pasar pada sesi ini cenderung defensif. Dengan sektor keuangan yang juga berada di zona negatif, tekanan terhadap IHSG terlihat datang dari kelompok saham berkapitalisasi besar maupun sektor berbasis komoditas.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang peningkatan margin financing di PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, kami mencatat nilai pembiayaan margin mencapai sekitar Rp120 miliar pada paruh pertama 2026, naik sekitar 100% dibanding awal tahun. Kami juga menyoroti pengelolaan risikonya melalui seleksi sekitar 150 saham berfundamental kuat dan likuid, serta proyeksi potensi pertumbuhan penggunaan margin hingga 20% jika kondisi ekonomi membaik—terutama pada saham-saham blue-chip setelah koreksi pasar.
Berita Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto