PT Nayue Kosmetik Indonesia jajaki penguatan ekspor kosmetik halal dengan Kemendag
Pemerintah mendorong ekspor kosmetik Indonesia tidak hanya bertumpu pada kenaikan volume, tetapi juga pada nilai tambah, inovasi, dan penguatan merek. Audiensi PT Nayue Kosmetik Indonesia dengan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti di Jakarta pada Rabu, 24 Juni, menempatkan positioning Indonesia sebagai pusat produk halal sebagai salah satu fokus utama.
Sorotan
- Kementerian Perdagangan dan PT Nayue Kosmetik Indonesia membahas strategi peningkatan ekspor kosmetik nasional dengan fokus pada pertumbuhan berkualitas, inovasi, dan branding halal.
- Pertemuan di Jakarta menekankan positioning Indonesia sebagai pusat produk kosmetik halal dan penguatan nilai tambah guna memperluas pasar ekspor.
- Fokus kerja sama pada kosmetik halal diharapkan memperkuat daya saing ekspor manufaktur kosmetik Indonesia dan membuka peluang pengembangan pasar luar negeri.
Agenda pengembangan ekspor kosmetik
Seperti disampaikan Kementerian Perdagangan Indonesia, pertemuan di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, membahas strategi pengembangan ekspor kosmetik nasional dengan penekanan pada peningkatan kualitas pertumbuhan, bukan semata volume pengiriman.Dalam pembahasan itu, arah pengembangan ekspor mencakup penguatan nilai tambah, inovasi, branding, dan positioning Indonesia sebagai pusat produk halal. Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menerima audiensi PT Nayue Kosmetik Indonesia dalam pertemuan yang juga didampingi Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur, Deden Muhammad Fajar Shiddiq.
Dampak bagi industri kosmetik nasional
Wamendag Roro menyatakan harapannya agar pertemuan ini menjadi awal kerja sama yang konstruktif untuk mendorong pertumbuhan industri kosmetik nasional. Langkah tersebut juga diarahkan untuk memperluas pasar ekspor Indonesia di tengah persaingan yang semakin menuntut diferensiasi produk dan penguatan identitas merek.Fokus pada kosmetik halal menunjukkan upaya pemerintah dan pelaku usaha untuk membangun posisi Indonesia pada segmen bernilai tambah lebih tinggi. Bagi sektor manufaktur kosmetik, pendekatan ini berpotensi memperkuat daya saing ekspor sekaligus membuka ruang pengembangan pasar di luar negeri.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang penguatan industri halal Indonesia, kami menyoroti pertemuan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti dan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza di Jakarta yang membahas arah pengembangan produk halal nasional. Pembahasan menekankan kolaborasi antarpemangku kepentingan, penguatan ekosistem dan rantai pasok halal, serta strategi memperluas jangkauan ekspor produk halal Indonesia ke pasar global.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto