Taipan batu bara Indonesia mendominasi daftar miliarder Forbes 2026
Kekayaan dari sektor batu bara tetap menempatkan sejumlah pengusaha tambang dalam jajaran orang terkaya di Indonesia pada daftar Forbes 2026. Data yang dirangkum dari daftar itu menunjukkan nilai kekayaan para pemilik bisnis tambang mencapai puluhan hingga ratusan triliun rupiah.
Sorotan
- Eddy Sugianto menempati peringkat kelima orang terkaya Indonesia versi Forbes 2026 dengan kekayaan USD1,1 miliar dari bisnis tambang batu bara.
- Dewi Kam menduduki posisi keempat dengan kekayaan USD3,1 miliar, terutama berasal dari kepemilikan minoritas di Bayan Resources dan proyek pembangkit listrik.
- Dominasi miliarder batu bara dalam daftar Forbes 2026 mencerminkan kontribusi signifikan sektor tambang terhadap perekonomian nasional, lapangan kerja, dan pendapatan negara.
Peringkat miliarder tambang batu bara
Seperti dilansir Okezone Economy Indonesia, daftar Forbes 2026 menempatkan sejumlah pemilik bisnis batu bara Indonesia dalam kelompok orang terkaya nasional, seiring kuatnya kontribusi sektor tambang terhadap akumulasi kekayaan mereka.Dalam ringkasan yang tersedia, Eddy Sugianto berada di peringkat kelima di antara orang terkaya Indonesia yang memiliki bisnis tambang batu bara. Ia disebut memiliki kekayaan sebesar USD1,1 miliar, atau sekitar Rp19,6 triliun, dan dikenal sebagai pendiri grup tambang batu bara Mandiri serta Presiden Komisaris Prima Andalan Mandiri.
Dewi Kam menempati peringkat keempat dengan kekayaan USD3,1 miliar, atau sekitar Rp55,3 triliun. Kekayaannya sebagian besar berasal dari kepemilikan minoritas di Bayan Resources, sementara sumber teks juga menyebut ia memiliki partisipasi dalam pembangunan dan pengoperasian pembangkit listrik.
Dampak sektor tambang bagi ekonomi Indonesia
Sektor pertambangan dalam teks digambarkan sebagai bisnis yang menggiurkan karena hasil produksinya memberikan keuntungan signifikan. Kondisi ini membantu menjelaskan mengapa kepemilikan aset batu bara tetap menjadi salah satu penopang utama kekayaan pengusaha besar di Indonesia.Di luar pembentukan kekayaan individu, aktivitas pertambangan juga disebut memberi manfaat ekonomi yang lebih luas, termasuk penciptaan lapangan kerja, peningkatan taraf hidup masyarakat, dan kontribusi terhadap pendapatan negara. Artinya, posisi para miliarder batu bara dalam daftar kekayaan nasional juga mencerminkan besarnya peran sektor ini dalam struktur ekonomi Indonesia.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang kinerja Pertamina pada 2025, kami mengulas lonjakan pendapatan dan laba bersih perusahaan, beserta kontribusi fiskal besar ke negara melalui pajak, PNBP, dan dividen. Artikel itu juga menyoroti bagaimana belanja domestik, investasi, serta penguatan rantai pasok—termasuk pasokan BBM dan kinerja gas—menciptakan efek berganda bagi perekonomian, seiring langkah transisi energi lewat peningkatan produksi listrik EBT.
Berita AssetsFX Terbaru
- Forex
- Crypto