Program Koperasi Merah Putih picu sorotan atas desain pelatihan pengelola
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang ditujukan untuk menggerakkan ekonomi desa menghadapi sorotan setelah tiga peserta dilaporkan meninggal dunia dalam latihan dasar kemiliteran. Tragedi itu memperkuat pertanyaan tentang relevansi pendekatan pelatihan fisik intensif bagi calon pengelola koperasi yang seharusnya dibekali kemampuan usaha dan tata kelola.
Sorotan
- Pelatihan 45 hari untuk 35.476 calon pengelola ekonomi rakyat menuai kritik karena 30 hari difokuskan pada latihan dasar kemiliteran dan hanya 15 hari manajerial.
- Tiga kematian peserta sebelum koperasi beroperasi menimbulkan sorotan serius terkait kredibilitas program dan relevansi pendekatan pelatihan berbasis militer.
- Desain pelatihan dinilai rawan salah sasaran karena lebih menekankan ketahanan fisik ketimbang pengembangan kompetensi bisnis, akses pasar, serta modal dan tata kelola usaha.
Komposisi pelatihan dan kritik pendekatan
Melansir Kompas.com, polemik muncul di tengah skema pelatihan 45 hari bagi 35.476 calon pengelola ekonomi rakyat, yang terdiri dari 30.000 calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan 5.476 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih.Dari total durasi tersebut, 30 hari dialokasikan untuk latihan dasar kemiliteran, sementara 15 hari sisanya untuk pelatihan manajerial. Komposisi itu memicu kritik karena penguatan kapasitas usaha, seperti manajemen, literasi keuangan, kewirausahaan, pemasaran, dan tata kelola organisasi, lazimnya menjadi fondasi awal dalam pembentukan pengelola koperasi.
Pemerintah menjelaskan pelatihan itu bertujuan menanamkan disiplin, kepemimpinan, integritas, dan semangat kebangsaan. Namun kritik dalam tulisan ini menekankan bahwa dalam kebijakan publik, kesesuaian antara tujuan dan instrumen dinilai lebih penting daripada sekadar niat baik.
Dampak bagi program ekonomi desa
Kematian tiga peserta sebelum koperasi berjalan dinilai menimbulkan beban serius bagi kredibilitas program. Peristiwa itu tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga korban, tetapi juga membuka perdebatan tentang apakah negara sedang menyiapkan manajer koperasi yang mampu mengelola usaha rakyat atau membentuk kader sipil dengan pendekatan yang dekat pada pembinaan militer.Dalam konteks ekonomi desa, disiplin dan profesionalisme dipandang lebih relevan bila tercermin dalam administrasi yang tertib, laporan keuangan yang akurat, akuntabilitas, serta kemampuan menjaga kepercayaan anggota dan mitra usaha. Kritik terhadap desain pelatihan ini mengarah pada risiko salah sasaran kebijakan, ketika ketahanan fisik memperoleh porsi lebih besar daripada kompetensi bisnis, akses pasar, modal usaha, dan pengembangan usaha yang justru menjadi tantangan utama koperasi dan nelayan.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang penurunan bunga pinjaman PNM Mekaar menjadi 8%, kami menyoroti langkah pemerintah memperluas akses pembiayaan murah bagi pelaku usaha ultramikro berpenghasilan rendah, khususnya yang belum memiliki agunan dan literasi keuangan kuat. Kebijakan ini disiapkan dengan skema subsidi dan diposisikan sebagai bagian dari agenda kredit murah 2026 untuk mendorong inklusi keuangan sekaligus menekan beban biaya pinjaman. Fokus tersebut menegaskan bahwa penguatan ekonomi rakyat tidak hanya soal pendanaan, tetapi juga pendampingan dan kapasitas pengelolaan usaha.
Berita Transportation Terbaru
- Forex
- Crypto