BRI Finance siapkan strategi jaga margin setelah BI Rate naik ke 5,75%

BRI Finance siapkan strategi jaga margin setelah BI Rate naik ke 5,75%
Strategi BRI Finance jaga margin

Di tengah kenaikan suku bunga acuan menjadi 5,75%, perusahaan multifinance menghadapi tekanan dari biaya dana yang lebih tinggi dan potensi kenaikan pembiayaan bermasalah. BRI Finance menyatakan tetap optimistis dapat menjaga profitabilitas hingga akhir 2026 lewat penyesuaian pricing, efisiensi operasional, dan ekspansi yang lebih selektif.

Sorotan

  • BI Rate naik ke 5,75%, BRI Finance siapkan penyesuaian pricing pembiayaan, kelola biaya dana, ekspansi selektif, dan efisiensi operasional untuk jaga margin.
  • BRI Finance lakukan diversifikasi sumber pendanaan melalui joint financing dengan BRI dan pengelolaan liabilitas untuk menjaga stabilitas margin dan profitabilitas.
  • Total penyaluran pembiayaan BRI Finance tumbuh 59,32% YoY per Mei 2026, mendukung target pertumbuhan berkualitas meski ada risiko kenaikan suku bunga dan kredit.

Langkah BRI Finance menghadapi biaya dana

Seperti diberitakan KONTAN, PT BRI Multifinance Indonesia, atau BRI Finance, menyiapkan serangkaian langkah untuk menjaga margin dan profitabilitas setelah kenaikan BI Rate berpotensi meningkatkan cost of fund dan menekan spread pembiayaan. Corporate Secretary BRI Finance Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan tekanan terhadap profitabilitas dapat muncul dari kenaikan biaya pendanaan serta potensi peningkatan rasio pembiayaan bermasalah di tengah pasar yang masih dinamis.

Untuk mengantisipasi kondisi itu, perusahaan akan menyesuaikan pricing pembiayaan secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan kondisi pasar dan daya beli nasabah. BRI Finance juga melanjutkan pengelolaan biaya dana, peningkatan efisiensi operasional, serta ekspansi selektif dengan menekankan kualitas aset dan prinsip kehati-hatian.

Menurut Aditia, kondisi cost of fund BRI Finance saat ini masih relatif terjaga meski struktur pendanaan yang didominasi pinjaman bank dan obligasi berpotensi mengalami penyesuaian seiring perubahan suku bunga acuan. Perseroan terus melakukan diversifikasi sumber pendanaan, termasuk melalui sinergi dengan induk usaha lewat joint financing bersama BRI dan pengelolaan liabilitas untuk menjaga stabilitas biaya dana, margin pembiayaan, dan profitabilitas.

Dampak bagi bisnis pembiayaan dan prospek 2026

Selain mengatur struktur pendanaan, BRI Finance menempatkan pertumbuhan berkualitas sebagai fokus utama untuk menjaga kinerja keuangan. Strategi itu mencakup penguatan manajemen risiko, optimalisasi biaya dana, peningkatan efisiensi, serta penggarapan segmen usaha yang dinilai masih memiliki potensi pertumbuhan baik.

Dari sisi bisnis, perusahaan mencatat total penyaluran pembiayaan tumbuh 59,32% secara tahunan per Mei 2026. Kinerja tersebut menjadi modal bagi BRI Finance untuk mempertahankan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan di tengah tantangan kenaikan suku bunga serta potensi peningkatan risiko kredit di industri multifinance.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang tekanan pada saham bank-bank jumbo, kami mengulas aksi net sell asing yang dipicu pelemahan rupiah dan kenaikan BI Rate ke 5,75%, yang memunculkan kekhawatiran atas prospek kredit serta kualitas aset. Kami juga menyoroti bahwa koreksi membuat valuasi perbankan lebih menarik, namun sentimen suku bunga, rupiah, dan arus dana asing tetap menjadi penentu pergerakan jangka pendek.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.