Pengendara Jakarta hadapi kenaikan belanja BBM Pertamax

Pengendara Jakarta hadapi kenaikan belanja BBM Pertamax
Beban BBM kian berat

Kenaikan harga Pertamax mulai menggeser pola pengeluaran rumah tangga sejumlah pengguna kendaraan pribadi di Jakarta. Beban itu terasa di tengah ketergantungan sebagian pekerja pada mobilitas harian, sehingga anggaran bensin kini menyaingi bahkan melampaui belanja bulanan.

Sorotan

  • Pengeluaran BBM Pertamax pengguna di Jakarta naik signifikan, misalnya Rifky harus mengalokasikan hampir Rp 500.000 per minggu hanya untuk bensin.
  • Harga isi penuh tangki Toyota CR-V milik Ahmad Sofian melonjak dari sekitar Rp 400.000 menjadi Rp 700.000, mengurangi jangkauan tiga hari pemakaian.
  • Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax langsung menekan anggaran harian rumah tangga, mengalihkan dana konsumsi lain bagi pekerja yang mengandalkan kendaraan pribadi.

Perubahan anggaran pengguna di Jakarta

Seperti dilaporkan Kompas.com, sejumlah pengendara di Jakarta mengeluhkan kenaikan biaya pembelian BBM nonsubsidi Pertamax dalam beberapa hari terakhir. Pergeseran ini terlihat pada alokasi pengeluaran bulanan, ketika belanja bahan bakar mengambil porsi lebih besar dibanding kebutuhan rumah tangga lain.

Rifky Ghivari, 32 tahun, mengatakan pengeluaran untuk Pertamax kini hampir mencapai Rp 500.000 dalam sepekan. Saat ditemui di Cikini Raya, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026), ia menyebut perhitungan keuangan rumah tangganya berubah karena dana yang sebelumnya lebih banyak digunakan untuk belanja bulanan kini terserap untuk bensin.

Meski biaya meningkat, Rifky tetap memilih Pertamax karena kendaraannya sejak awal menggunakan BBM dengan angka oktan RON 92. Ia menilai kualitas bahan bakar menjadi pertimbangan utama dan khawatir perpindahan ke jenis BBM lain dapat memengaruhi performa kendaraan.

Dampak biaya mobilitas harian

Rifky berharap harga BBM dapat kembali turun agar tidak semakin membebani masyarakat yang bergantung pada kendaraan pribadi untuk beraktivitas setiap hari. Ia menambahkan penggunaan transportasi umum tidak selalu menjadi solusi karena tempat tinggalnya di Cibubur dan pekerjaannya menuntut mobilitas ke berbagai lokasi, bukan menetap di satu kantor.

Keluhan serupa disampaikan Ahmad Sofian, 36 tahun, pemilik Toyota CR-V. Ia mengatakan biaya untuk mengisi penuh tangki mobilnya naik dari sekitar Rp 400.000 menjadi sekitar Rp 700.000, padahal kapasitas penggunaan sebelumnya masih mencukupi untuk sekitar tiga hari.

Kondisi ini menunjukkan kenaikan harga BBM nonsubsidi mulai memberi tekanan langsung pada pengeluaran harian pengguna kendaraan pribadi di Jakarta. Bagi kelompok pekerja yang masih bergantung pada mobil untuk mobilitas rutin, kenaikan biaya bahan bakar berisiko mengurangi ruang belanja untuk kebutuhan rumah tangga lainnya.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax di Jakarta, kami mencatat bagaimana lonjakan biaya isi tangki membuat pengendara mulai menyesuaikan pola belanja harian dan rumah tangga. Sejumlah pengguna tetap bertahan pada RON 92 karena pertimbangan spesifikasi mesin dan kekhawatiran biaya perawatan, sementara sebagian lain menyiasati pengeluaran dengan membatasi nominal pembelian atau menghitung ulang alokasi bulanan untuk BBM.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.