Bank Indonesia dorong pertumbuhan QRIS Tap seiring perluasan akseptasi pembayaran digital

Bank Indonesia dorong pertumbuhan QRIS Tap seiring perluasan akseptasi pembayaran digital
QRIS Tap dorong digitalisasi

Pembayaran digital berbasis contactless terus berkembang di Indonesia sejak QRIS Tap diluncurkan pada Maret 2025. Hingga Mei 2026, layanan ini membukukan 634.498 transaksi senilai Rp 6,29 miliar, didukung ekspansi ke transportasi, ritel, dan target perluasan penggunaan nasional.

Sorotan

  • Bank Indonesia menargetkan 17 miliar transaksi QRIS, 45 juta merchant, 60 juta pengguna, dan implementasi antarnegara di delapan negara pada 2026.
  • Penggunaan QRIS Tap diprediksi terus meningkat didorong pertumbuhan jumlah merchant, moda transportasi, serta pengembangan use case baru seperti pembayaran parkir dan layanan publik.
  • BCA mencatat tren pertumbuhan positif transaksi QRIS Tap sejak peluncuran Maret 2025 dan mendukung perluasan implementasi dengan pengembangan fitur di aplikasi myBCA dan BCA mobile.

Target industri dan dukungan perbankan

Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan penggunaan QRIS Tap terus meningkat seiring bertambahnya jumlah merchant, perluasan moda transportasi, dan pengembangan use case baru. Sejumlah layanan yang tengah disiapkan mencakup pembayaran parkir, retribusi daerah, dan layanan publik lain yang membutuhkan transaksi cepat dan terukur.

Filianingsih mengatakan perluasan akseptasi dan peningkatan pengalaman pengguna menjadi bagian dari target QRIS nasional 2026, yaitu 17 miliar transaksi, 45 juta merchant, 60 juta pengguna, serta implementasi QRIS antarnegara di delapan negara.

Dari sisi perbankan, PT Bank Central Asia Tbk, BCA, menilai penggunaan QRIS Tap juga terus bertumbuh. Executive Vice President Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan perseroan mendukung implementasi QRIS Tap melalui aplikasi myBCA dan BCA mobile versi terbaru, yang bisa diakses lewat menu QRIS maupun NFC Pay untuk pengguna smartphone Android berfitur NFC.

Hera menyatakan transaksi QRIS Tap di BCA masih menunjukkan tren pertumbuhan positif sejak diluncurkan pada Maret 2025, meski perseroan tidak memerinci besaran kenaikannya. BCA berharap pertumbuhan itu terjaga hingga akhir tahun seiring edukasi, kampanye, dan perluasan implementasi oleh regulator, sambil terus mengembangkan kapabilitas layanan digital dengan fokus pada kenyamanan, keamanan, dan aksesibilitas.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang pertumbuhan penggunaan QRIS Tap di Indonesia, kami menyoroti lonjakan transaksi hingga Mei 2026 yang didorong perluasan pembayaran contactless di transportasi dan ritel, serta bertambahnya jangkauan merchant. Kami juga membahas tantangan adopsi, termasuk keterbatasan dukungan di iOS karena kebijakan Apple, di tengah target BI memperluas use case dan mengejar sasaran QRIS nasional 2026.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.