MNC Kapital Indonesia bukukan laba 2025 lebih tinggi, pemegang saham setujui perubahan direksi
Rapat pemegang saham PT MNC Kapital Indonesia Tbk menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Perseroan juga mencatat kenaikan pendapatan dan laba bersih pada 2025, sekaligus menetapkan perubahan susunan direksi yang berlaku sejak penutupan rapat.
Sorotan
- BCAP membukukan pendapatan konsolidasian 2025 sebesar Rp3,77 triliun, naik 16,2% YoY, dengan kontribusi utama dari MNC Bank (45,1%), MNC Life, dan MNC Insurance.
- Laba bersih BCAP 2025 melonjak 130,1% menjadi Rp277,93 miliar, dengan total aset konsolidasian Rp29,04 triliun dan ekuitas Rp5,42 triliun pada akhir tahun.
- Pemegang saham menyetujui perubahan direksi, mengangkat Aan Setiawandi dan Susanty Tjandra Sanusi, menandai penguatan tata kelola BCAP di sektor jasa keuangan.
Persetujuan laporan dan kinerja 2025
Seperti diberitakan Okezone Economy Indonesia, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT MNC Kapital Indonesia Tbk, berkode saham BCAP, menyetujui Laporan Tahunan Direksi yang mencakup Laporan Keberlanjutan Perseroan dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Rapat itu juga menyetujui dan mengesahkan laporan keuangan perseroan untuk tahun buku 2025.Pada 2025, BCAP membukukan total pendapatan konsolidasian sebesar Rp3,77 triliun, naik 16,2% dibandingkan 2024. Kontributor terbesar terhadap pendapatan konsolidasian masih berasal dari MNC Bank sebesar 45,1%, diikuti MNC Life 18,7%, MNC Insurance 13,3%, MNC Sekuritas 6,8%, MNC Finance 6,1%, MNC Leasing 4,6%, MNC Teknologi Nusantara 3,6%, serta lainnya 1,8%.
Laba bersih BCAP pada 2025 tercatat Rp277,93 miliar, meningkat 130,1% dari 2024. Dari sisi neraca, aset konsolidasian mencapai Rp29,04 triliun, dengan liabilitas Rp23,62 triliun dan ekuitas Rp5,42 triliun pada akhir 2025.
Perubahan direksi dan susunan manajemen
Dalam rapat yang sama, pemegang saham menyetujui pengangkatan kembali seluruh anggota Dewan Komisaris. BCAP juga mengubah komposisi Direksi dengan mengangkat Aan Setiawandi dan Susanty Tjandra Sanusi sebagai direktur baru, efektif sejak RUPST ditutup.Dengan keputusan tersebut, susunan terbaru Dewan Komisaris BCAP terdiri dari Angela Herliani Tanoesoedibjo sebagai Komisaris Utama, Santi Paramita sebagai Komisaris, dan Sukisto sebagai Komisaris Independen. Sementara susunan Direksi terdiri dari Mashudi Hamka sebagai Direktur Utama, serta Anthony Putra Tjiptodihardjo, Muhammad Suhada, Aan Setiawandi, dan Susanty Tjandra Sanusi sebagai direktur.
Keputusan dalam RUPST ini menandai fokus perseroan pada penguatan tata kelola dan kesinambungan operasional di sektor jasa keuangan. Kinerja 2025 yang lebih tinggi juga menunjukkan kontribusi utama tetap datang dari unit perbankan dan asuransi dalam struktur usaha kelompok BCAP.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang likuiditas dan permodalan perbankan per April 2026, kami mencatat OJK menilai kondisi industri masih solid meski gejolak global dan tekanan pada rupiah. OJK juga mengingatkan bank untuk mewaspadai kenaikan risiko kredit—terutama di segmen UMKM dan konsumsi—akibat pelemahan daya beli, potensi PHK, dan inflasi, meski indikator seperti NPL tetap relatif terjaga.
Berita Fintech Terbaru
- Forex
- Crypto