Kenaikan Pertamax menekan belanja rumah tangga pengguna di Bogor
Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax di Kota Bogor mulai mengubah pola belanja harian pengguna kendaraan pribadi. Sejumlah pekerja swasta mengurangi porsi konsumsi makanan, kuota internet, hingga pengeluaran kecil seperti kopi dan jajanan online untuk menutup kenaikan biaya bahan bakar.
Sorotan
- Kenaikan harga Pertamax dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter mendorong pengeluaran bensin bulanan pengguna di Bogor naik dari sekitar Rp 200.000 ke hampir Rp 300.000.
- Lingga, pekerja swasta di Bogor, mengurangi belanja lauk makan siang dan kuota internet bulanan untuk mengompensasi tambahan biaya bahan bakar.
- Rere tetap menggunakan Pertamax meski harga naik, namun mengurangi konsumsi kopi dan pembelian jajanan online untuk menekan pengeluaran rutin.
Dampak kenaikan harga pada anggaran bulanan
Seperti dilaporkan Kompas.com, pengguna Pertamax di Bogor menyatakan kenaikan harga dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter langsung menekan pengeluaran rutin mereka. Lingga, pekerja swasta berusia 26 tahun, mengatakan ia kini tidak lagi membeli lauk ayam untuk makan siang dan beralih ke telur serta tahu tempe agar anggaran hariannya tetap cukup.Selain mengurangi kualitas lauk makan siang, Lingga juga memangkas pembelian kuota internet bulanan dari Rp 80.000 menjadi Rp 50.000. Ia menuturkan biaya mengisi penuh tangki motor yang sebelumnya sekitar Rp 55.000 kini hampir menyentuh Rp 80.000, sehingga anggaran bensin bulanannya naik dari sekitar Rp 200.000 menjadi hampir Rp 300.000.
Perubahan konsumsi pengguna Pertamax
Pekerja swasta lain, Rere, mengatakan tetap menggunakan Pertamax karena khawatir pergantian jenis BBM dapat berdampak pada mesin motor. Menurutnya, kebiasaan memakai Pertamax sejak awal membuatnya enggan beralih meski harga naik.Untuk menyesuaikan pengeluaran, Rere mengurangi konsumsi kopi harian dari hingga tiga gelas menjadi satu gelas. Ia juga membatasi pesanan jajanan online dan kini hanya memesan saat jam istirahat kerja, mencerminkan tekanan biaya transportasi yang mulai merembet ke belanja konsumsi harian.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax sempat kami soroti lewat laporan tentang pengguna kendaraan pribadi di Jakarta yang mulai menyesuaikan pengeluaran rutinnya. Saat itu, sejumlah pengendara mengaku biaya isi penuh tangki melonjak tajam, namun banyak yang tetap bertahan pada RON 92 karena mempertimbangkan spesifikasi mesin. Sebagian lainnya menyiasati anggaran dengan membatasi nominal pembelian di SPBU dan menghitung ulang porsi belanja bulanan untuk bensin.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto