ICX mencatat buyback penerbit Rp71,55 miliar pada paruh pertama 2026

ICX mencatat buyback penerbit Rp71,55 miliar pada paruh pertama 2026
ICX sukses buyback besar

Di tengah tekanan pada industri urun dana, PT ICX Bangun Indonesia menyatakan 16 penerbit telah menuntaskan kewajiban buyback dengan total Rp71,55 miliar hingga pertengahan 2026. Capaian itu mendekati target perusahaan untuk 22 penerbit dengan total agenda buyback Rp101,94 miliar, sekaligus memberi gambaran ketahanan aktivitas pengembalian dana di platform tersebut.

Sorotan

  • ICX telah menyelesaikan buyback senilai Rp71,55 miliar pada paruh pertama 2026, hampir memenuhi target buyback tahunan Rp101,94 miliar dari 22 penerbit.
  • Lima penerbit utama, termasuk PT Snapinn Sinergi Utama (Rp7,1 miliar) dan PT Cipta Pangan Adiperkasa (Rp4 miliar), telah rampung buyback, sementara semester II-2026 menargetkan nilai tambahan Rp23,09 miliar.
  • Investor di platform ICX masih fokus pada F&B, namun minat terhadap sektor wellness dan healthcare meningkat, didukung due diligence penerbit baru sepanjang 2026.

Target buyback dan rencana semester kedua

Seperti diberitakan Kontan, Direktur Operasional ICX Gunawan Aldy mengatakan nilai buyback yang sudah rampung itu hampir memenuhi sasaran yang ditetapkan perusahaan untuk 2026. Ia menyebut ICX menargetkan 22 penerbit dengan total nilai buyback Rp101,94 miliar.

Lima perusahaan yang disebut telah menyelesaikan wajib buyback adalah PT Snapinn Sinergi Utama untuk brand Snapinn Real Estate Agency senilai Rp7,1 miliar, PT Snapinn Kola Borasi untuk brand Snapinn Real Estate Agency senilai Rp4,3 miliar, PT Matahari Terbit Sanur untuk brand Fitnessplus senilai Rp3,3 miliar, PT Merdeka Bisnis Bersama untuk brand Padang Merdeka senilai Rp3,7 miliar, serta PT Cipta Pangan Adiperkasa untuk brand Champion senilai Rp4 miliar.

Memasuki semester II-2026, ICX akan mendorong dan mengawasi agenda buyback dari lima penerbit lain dengan total nilai Rp23,09 miliar. Perusahaan juga berencana menghadirkan listing perdana dari sektor wellness pada awal periode yang sama.

Minat investor bergeser ke F&B dan wellness

Gunawan mengatakan sektor F&B masih menjadi bidang yang paling diminati pemodal di platform ICX. Namun, perusahaan mulai mencatat kenaikan minat pada sektor wellness dan healthcare seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan setelah pandemi.

ICX juga menyatakan telah menyelesaikan proses due diligence untuk beberapa penerbit di sektor tersebut sepanjang 2026. Perkembangan ini menunjukkan diversifikasi sektor di platform urun dana mulai menguat, di saat pelaku industri tetap menyeleksi penerbit dan menjaga jalur pengembalian investasi.

Rencana penerbitan Panda Bond oleh Pemerintah Indonesia pada akhir Juli 2026 pernah kami ulas sebagai langkah untuk memanfaatkan likuiditas global dan memperluas basis investor melalui pasar keuangan China. Dalam pembahasan tersebut, kami menyoroti tingginya minat institusi besar dari China serta potensi instrumen ini untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan dan memperkuat akses Indonesia ke likuiditas internasional.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.