Bareskrim tetapkan 287 WNA tersangka kasus judi online Hayam Wuruk, perputaran dana capai Rp 13,9 triliun
Penyidikan kasus markas judi online internasional di Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat, memasuki tahap baru setelah lebih dari satu bulan pemeriksaan dan forensik digital. Polisi kini memperluas penelusuran terhadap pengendali utama yang diduga berada di luar negeri serta aliran dana yang tercatat mencapai Rp 13,9 triliun dengan keuntungan sekitar Rp 1,69 triliun.
Sorotan
- Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menetapkan 287 WNA sebagai tersangka kasus judi online Hayam Wuruk dengan perputaran dana Rp 13,9 triliun.
- Para tersangka menjalankan operasi judi online secara terstruktur di Gedung Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat, dengan 175 orang sebagai customer service, 10 IT, 27 admin marketing, dan 22 admin keuangan.
- Penyidikan juga menetapkan empat WNI tersangka, termasuk admin keuangan inisial MAP, dan menelusuri keterlibatan perusahaan serta aliran dana lintas negara bersama PPATK.
Struktur tersangka dan pengembangan penyidikan
Seperti diberitakan Kompas.com, Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menetapkan 287 warga negara asing sebagai tersangka dalam perkara ini setelah rangkaian penyidikan lanjutan. Penetapan itu mengikuti pengungkapan markas operasional judi online yang disebut berjalan dengan pembagian tugas terorganisasi di Gedung Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat.Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan para tersangka bekerja dalam struktur yang menyerupai perusahaan. Dari pengelompokan penyidik, 175 orang berperan sebagai customer service, 10 orang di bidang programmer atau IT, 27 orang sebagai admin marketing, dan 22 orang sebagai admin keuangan.
Selain itu, sembilan orang yang saat penggerebekan masih menjalani pelatihan juga ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik menilai mereka telah memiliki kemampuan mengoperasikan sistem perjudian online, sementara 44 tersangka lainnya disebut menjalankan fungsi pendukung operasional jaringan tersebut.
Dugaan keterlibatan WNI dan dampak penanganan kasus
Pengembangan perkara juga mengarah pada empat warga negara Indonesia yang diduga membantu kelancaran operasional sindikat tersebut. Salah satunya adalah tersangka berinisial MAP yang disebut bertugas sebagai admin keuangan di bawah pimpinan jaringan judi online dan turut diamankan saat penggerebekan di lokasi.Penanganan perkara ini memperlihatkan skala operasi judi online lintas negara yang dijalankan secara profesional dan terstruktur. Selain memburu pengendali utama di luar negeri, kepolisian juga menelusuri aliran dana bersama PPATK serta mendalami dugaan keterlibatan perusahaan yang diduga memfasilitasi keberadaan para WNA di Indonesia.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pengembangan kasus judi online di Hayam Wuruk Plaza Tower, kami membahas dugaan dukungan operasional dari empat WNI yang membantu fungsi keuangan, penyewaan lokasi, penyediaan rekening, hingga pengurusan administrasi bagi jaringan asing. Kami juga menyoroti skala jaringan yang melibatkan ratusan WNA, puluhan hingga ratusan situs yang dikelola bergiliran untuk menghindari pemblokiran, serta arah penyidikan yang menelusuri aliran dana, aset kripto, dan dugaan peran perusahaan penjamin.
- Forex
- Crypto