Bizhare catat pendanaan hampir Rp400 miliar, minat investasi sektor riil tetap tumbuh

Bizhare catat pendanaan hampir Rp400 miliar, minat investasi sektor riil tetap tumbuh
Bizhare catat pendanaan naik

Penghimpunan dana di platform urun dana Bizhare terus bertambah pada semester I-2026 di tengah investor yang masih selektif terhadap risiko dan kualitas proyek. Hingga paruh pertama 2026, total pendanaan yang difasilitasi perusahaan mencapai Rp400 miliar, dengan nilai pendanaan Juni 2026 naik 153% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sorotan

  • Bizhare mencatat pendanaan hampir Rp400 miliar sepanjang 2026, dengan minat tinggi investor pada sektor energi terbarukan dan kendaraan listrik.
  • Proyek battery swapping station ditawarkan dalam lima batch dengan pendanaan sekitar Rp1,3 miliar per batch dan annualized yield rata-rata mencapai 70% per tahun pada batch pertama.
  • Bizhare akan memperkuat fokus ekspansi sektor electric vehicle, infrastruktur, dan bisnis riil hingga akhir 2026 serta meningkatkan porsi obligasi dan sukuk berbasis project financing.

Kinerja pendanaan dan sektor yang diminati

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, CEO Bizhare Heinrich Vincent mengatakan minat masyarakat terhadap investasi sektor riil masih terus berkembang meski volatilitas pasar membuat investor lebih berhati-hati dalam memilih peluang penempatan dana.

Ia menilai sektor riil, terutama yang tetap tumbuh di tengah gejolak pasar, justru menarik perhatian investor. Dalam proses seleksi, investor kini mencermati potensi imbal hasil, jenis industri, kualitas underlying, arus kas proyek, rekam jejak, mitigasi risiko, hingga transparansi laporan.

Sepanjang 2026, sektor energi terbarukan, khususnya infrastruktur kendaraan listrik melalui proyek battery swapping station, menjadi salah satu instrumen yang paling diminati. Bizhare mencatat proyek tersebut telah ditawarkan dalam lima batch dengan nilai pendanaan sekitar Rp1,3 miliar per batch, sementara batch pertama membukukan annualized yield di atas target dengan rata-rata mencapai 70% per tahun.

Selain itu, instrumen obligasi dan sukuk berbasis project financing serta bisnis makanan dan minuman juga mencatat permintaan yang tinggi di platform tersebut.

Fokus ekspansi hingga akhir 2026

Di sisa 2026, Bizhare optimistis peluang urun dana tetap positif seiring besarnya kebutuhan pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah serta bisnis sektor riil. Perusahaan melihat kebutuhan alternatif pendanaan inklusif masih terbuka lebar, terutama untuk usaha produktif yang membutuhkan akses modal di luar pembiayaan konvensional.

Untuk menjaga pertumbuhan, Bizhare menyatakan akan memperkuat fokus pada sektor electric vehicle, infrastruktur, dan bisnis riil yang memiliki potensi ekspansi. Perusahaan juga berupaya memperbesar porsi obligasi dan sukuk berbasis project financing maupun corporate financing sebagai strategi untuk memperluas akses investasi sambil menyesuaikan preferensi investor yang cenderung lebih selektif.

Penundaan insentif pembelian sepeda motor listrik yang sebelumnya kami bahas membuat jadwal peluncuran program bergeser dari Juni ke Agustus 2026 karena mekanismenya masih dikaji. Kami juga mencatat kuota insentif untuk 200 ribu unit (motor dan mobil) dapat menahan permintaan jangka pendek, sehingga kepastian regulasi dan jadwal penyaluran menjadi kunci bagi perencanaan industri kendaraan listrik domestik.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.