Adira Finance pertahankan NPF 1,9% pada kuartal I-2026 di tengah tekanan daya beli
Di tengah tekanan daya beli masyarakat, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk menjaga kualitas pembiayaannya pada kuartal I-2026 dengan rasio non-performing financing sebesar 1,9%. Angka itu masih jauh di bawah batas aman 5% yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan untuk industri multifinance.
Sorotan
- Adira Finance mempertahankan rasio NPF sebesar 1,9% pada kuartal I-2026, membaik dibanding rata-rata industri multifinance yang mencapai 2,89% per April 2026.
- Perusahaan mencatat tren penurunan penarikan dan penjualan kendaraan, didorong penguatan proses monitoring, penagihan, dan manajemen risiko prudent.
- Strategi penyaluran kredit yang lebih selektif dan penguatan proses penagihan menjadi kunci menjaga kualitas aset di tengah tekanan daya beli masyarakat.
Kualitas pembiayaan dan langkah mitigasi risiko
Seperti dilaporkan KONTAN, Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan kualitas pembiayaan perusahaan tetap terjaga pada kuartal pertama tahun ini. Ia menyebut rasio kredit bermasalah Adira Finance membaik dibanding periode sebelumnya, seiring penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan portofolio pembiayaan.Perusahaan juga mencatat tren penurunan pada rasio penarikan dan penjualan kendaraan, meski tidak merinci angkanya. Menurut Gani, perbaikan kualitas kredit bermasalah serta penarikan dan penjualan kendaraan berjalan searah dengan penguatan proses monitoring, penagihan, dan penanganan debitur secara bertahap.
Ia menegaskan tindakan penarikan kendaraan bukan menjadi langkah awal, melainkan opsi terakhir bila debitur tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran. Prosesnya diawali dengan komunikasi sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari pengingat melalui SMS dan tele collection hingga field collection untuk penagihan, pelunasan, maupun penarikan unit.
Dampak bagi industri multifinance
Strategi selektif dalam penyaluran kredit tetap menjadi fokus Adira Finance di tengah daya beli masyarakat yang masih tertekan. Perusahaan menyatakan akan menjaga kualitas pembiayaan melalui penyaluran kredit yang lebih selektif, penerapan manajemen risiko yang prudent, serta penguatan proses penagihan.Posisi NPF Adira Finance juga menunjukkan bantalan yang lebih kuat dibanding rata-rata industri. Sebagai perbandingan, NPF gross industri multifinance naik menjadi 2,89% per April 2026, lebih tinggi dari 2,43% pada periode yang sama tahun sebelumnya, sehingga level 1,9% memberi ruang yang lebih aman bagi perseroan dalam menjaga kualitas aset pembiayaan.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kenaikan NPL UMKM pada Mei 2026, kami mengulas meningkatnya rasio kredit bermasalah seiring lemahnya daya beli dan tekanan arus kas, meski pertumbuhan kredit mulai membaik secara terbatas. Kami juga membahas dampak BI Rate 5,75% yang mendorong kenaikan biaya dana, serta langkah mitigasi seperti penguatan early warning system, underwriting lebih prudent, monitoring ketat, dan restrukturisasi selektif untuk menjaga kualitas aset.
Berita business Terbaru
- Forex
- Crypto